Konflik Memanas, Thailand Kirim 4 Kapal Perang ke Perbatasan Kamboja

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:40 WIB
loading...
Konflik Memanas, Thailand...
Thailand kirim empat kapal perang ke perbatasan Kamboja. Foto/The Nation
A A A
BANGKOK - Angkatan Laut Thailand mengerahkan empat kapal pada hari Sabtu di dekat perbatasannya untuk mendukung pasukan darat saat konflik Thailand-Kamboja memasuki hari ketiga. Konflik kedua negara diprediksi belum akan mereda dalam waktu dekat.

Melansir situs web berita Khaosod English, Angkatan Laut Kerajaan Thailand melancarkan operasi "Trat Pikhat Pairee 1" (Serangan Trat 1) terhadap pasukan Kamboja di tiga titik di sepanjang perbatasan, setelah tentara Kamboja dilaporkan memperluas posisinya, lapor harian The Nation di Thailand.

Sekretariat Negara Kamboja untuk Penerbangan Sipil, Sin Chansereyvutha, mengatakan pesawat dapat terbang di atas zona konflik jika berada di atas 11 kilometer (6,8 mil), menurut harian Khmer Times.

Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat mengadakan pertemuan darurat tertutup di New York mengenai konflik tersebut, yang dihadiri oleh perwakilan dari Kamboja dan Thailand.

“Kami meminta gencatan senjata segera—tanpa syarat—dan kami juga menyerukan solusi damai untuk perselisihan ini,” ujar Duta Besar Kamboja untuk PBB, Chhea Keo, setelah pertemuan tersebut. Ia menambahkan bahwa Dewan Keamanan “meminta kedua belah pihak untuk menahan diri secara maksimal dan menggunakan jalur diplomasi.

“Itulah yang kami serukan juga,” ujarnya.

Thailand sebelumnya telah mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan yang menyalahkan Kamboja atas konflik tersebut.

“Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mendesak penghentian segera permusuhan dan dimulainya kembali dialog dengan itikad baik,” demikian isi surat tersebut, menurut Thai PBS, yang juga menyatakan kesediaan Bangkok “untuk terlibat melalui mekanisme bilateral yang telah mapan” guna menyelesaikan “perbedaan yang masih ada.”

Baca Juga: Apa Itu Operasi Perang Trat Pikhat Pairee 1 yang Digelar Thailand?

Secara terpisah, militer Thailand pada hari Sabtu juga menyalahkan Kamboja atas laporan media tentang peluru nyasar dan granat yang mendarat di Laos di tengah konflik yang sedang berlangsung.

Kamboja telah melaporkan 13 korban jiwa, termasuk lima tentara, dalam pertempuran yang dimulai pada hari Kamis, sementara Thailand melaporkan 19 korban jiwa, termasuk enam tentara.

Ribuan orang dari kedua sisi perbatasan telah dievakuasi.

Thailand mengerahkan jet tempur, sementara Kamboja meluncurkan roket dalam pertempuran tersebut, dengan kedua negara saling menuduh sebagai pihak yang memulai baku tembak.

Negara-negara tetangga di Asia Tenggara ini memiliki sengketa perbatasan di sepanjang Provinsi Preah Vihear di Kamboja dan Provinsi Ubon Ratchathani di timur laut Thailand, dengan ketegangan yang kembali meningkat sejak 28 Mei ketika seorang tentara Kamboja tewas.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
Laporan Media: UEA Cairkan...
Laporan Media: UEA Cairkan Miliaran Dolar untuk Iran agar Tak Jadi Sasaran Serangan
Bukan Akhir dari Konflik,...
Bukan Akhir dari Konflik, MoU Perjanjian Damai AS-Iran Hanya Redakan Ketegangan
Rekomendasi
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Berita Terkini
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved