Apa Itu Operasi Perang Trat Pikhat Pairee 1 yang Digelar Thailand?
Sabtu, 26 Juli 2025 - 14:47 WIB
loading...
Thailand gelar operasi perang Trat Pikhat Pairee 1. Foto/X/@Timo_Mason
A
A
A
BANGKOK - Thailand secara resmi menggelar operasi bernama dengan sandi Trat Pikhat Pairee 1. Itu sebagai bentuk keseriusan Thailand menghadapi ancaman militer Kamboja.
Thailand mengerahkan pasukan untuk mempertahankan kedaulatan dan merespons bentrokan baru di Trat.
Melansir The Nation, pada 26 Juli, bentrokan antara pasukan Thailand dan Kamboja di sepanjang perbatasan memasuki hari ketiga, ketika pasukan Kamboja memperluas zona serangan mereka ke wilayah Ban Chamrak, Provinsi Trat, pukul 05.10. Sebagai tanggapan, Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi-Trat melancarkan serangan balasan.
Angkatan Laut Kerajaan Thailand kemudian memulai Operasi "Trat Pikhat Pairee 1" (Serangan Trat 1) untuk memukul mundur pasukan Kamboja yang telah melanggar batas tiga titik di sepanjang perbatasan Thailand. Pada pukul 05.40, angkatan laut Thailand berhasil memukul mundur pasukan Kamboja.
Pada Jumat lalu, Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi-Trat mengumumkan darurat militer di delapan distrik di kedua provinsi, yang berlaku segera, untuk melindungi negara dari ancaman eksternal. Pasukan Kamboja dilaporkan telah menggunakan kekuatan dan senjata untuk menyerang wilayah Thailand di sepanjang perbatasan.
Baca Juga: Perang Perbatasan Thailand-Kamboja Memasuki Hari Ketiga
Darurat militer berlaku di distrik-distrik berikut:
1. Provinsi Chanthaburi: Mueang Chanthaburi, Tha Mai, Makham, Laem Sing, Kaeng Hang Maew, Na Yai Am, dan Khao Khitchakut.
2. Provinsi Trat: Khao Saming.
Selain itu, Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi-Trat mengeluarkan pemberitahuan penutupan semua titik perlintasan perbatasan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja, baik darat maupun laut, sebagai bagian dari peningkatan langkah-langkah keamanan untuk menjaga kedaulatan.
Semua lalu lintas laut di perairan Thailand yang berada di bawah tanggung jawab Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi-Trat juga dihentikan.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperkuat keamanan perbatasan dan menjaga keutuhan wilayah Thailand.
Thailand mengerahkan pasukan untuk mempertahankan kedaulatan dan merespons bentrokan baru di Trat.
Melansir The Nation, pada 26 Juli, bentrokan antara pasukan Thailand dan Kamboja di sepanjang perbatasan memasuki hari ketiga, ketika pasukan Kamboja memperluas zona serangan mereka ke wilayah Ban Chamrak, Provinsi Trat, pukul 05.10. Sebagai tanggapan, Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi-Trat melancarkan serangan balasan.
Angkatan Laut Kerajaan Thailand kemudian memulai Operasi "Trat Pikhat Pairee 1" (Serangan Trat 1) untuk memukul mundur pasukan Kamboja yang telah melanggar batas tiga titik di sepanjang perbatasan Thailand. Pada pukul 05.40, angkatan laut Thailand berhasil memukul mundur pasukan Kamboja.
Pada Jumat lalu, Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi-Trat mengumumkan darurat militer di delapan distrik di kedua provinsi, yang berlaku segera, untuk melindungi negara dari ancaman eksternal. Pasukan Kamboja dilaporkan telah menggunakan kekuatan dan senjata untuk menyerang wilayah Thailand di sepanjang perbatasan.
Baca Juga: Perang Perbatasan Thailand-Kamboja Memasuki Hari Ketiga
Darurat militer berlaku di distrik-distrik berikut:
1. Provinsi Chanthaburi: Mueang Chanthaburi, Tha Mai, Makham, Laem Sing, Kaeng Hang Maew, Na Yai Am, dan Khao Khitchakut.
2. Provinsi Trat: Khao Saming.
Selain itu, Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi-Trat mengeluarkan pemberitahuan penutupan semua titik perlintasan perbatasan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja, baik darat maupun laut, sebagai bagian dari peningkatan langkah-langkah keamanan untuk menjaga kedaulatan.
Semua lalu lintas laut di perairan Thailand yang berada di bawah tanggung jawab Komando Pertahanan Perbatasan Chanthaburi-Trat juga dihentikan.
Langkah-langkah ini bertujuan untuk memperkuat keamanan perbatasan dan menjaga keutuhan wilayah Thailand.
(ahm)
Lihat Juga :