Ajudan Presiden Rusia: Kapal Selam Nuklir Terbaru Bisa Dinginkan Kepala Panas Barat

Jum'at, 25 Juli 2025 - 19:01 WIB
loading...
A A A
“Penggabungan kapal selam bertenaga nuklir baru ke dalam Angkatan Laut Rusia merupakan bukti bahwa perisai nuklir Rusia terus diperkuat,” ujar Patrushev.

“Draf program pembangunan kapal terbaru untuk Angkatan Laut Rusia periode 2025-2050 akan diserahkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk disetujui pada bulan September,” papar ajudan presiden Rusia Nikolai Patrushev, ketua Dewan Maritim Rusia, dalam wawancara dengan RIA Novosti.

“Pada 30 Mei, Putin menyetujui strategi pengembangan Angkatan Laut Rusia hingga tahun 2050, dokumen pertama dalam sejarah modern negara itu yang diprakarsai Dewan Angkatan Laut Rusia,” ungkap Patrushev.

"Untuk implementasinya (strategi Angkatan Laut Rusia), draf program pembangunan kapal angkatan laut terbaru hingga tahun 2050 telah dikembangkan, yang akan diserahkan kepada presiden pada bulan September. Fitur utamanya adalah perencanaan siklus penuh untuk setiap kapal, memastikan kemandirian impor dan kedaulatan teknologi pembangunan kapal domestik," ujar pejabat tersebut.

Patrushev sebelumnya menekankan perlunya merancang dan membangun kapal dengan karakteristik taktis dan teknis yang melampaui angkatan laut asing.

“Rusia tengah mengembangkan kemampuan angkatan laut nuklirnya dengan pesat, dengan empat kapal selam Borei-A tambahan yang dilengkapi rudal balistik Bulava yang akan ditambahkan dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Putin dalam pertemuan tentang pengembangan angkatan laut kapal selam pada hari Kamis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh di Pangkalan California, 8 Orang Tewas
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
Akula, Kapal Selam Nuklir...
Akula, Kapal Selam Nuklir Terbesar di Dunia Bikin Merinding
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved