Ini Sejarah Kuil Preah Vihear, Situs Hindu Pemicu Perang Thailand-Kamboja

Jum'at, 25 Juli 2025 - 14:21 WIB
loading...
A A A
Permusuhan saat ini berfokus pada kuil Ta Muen Thom. Terletak di sepanjang perbatasan hutan yang terjal di Pegunungan Dangrek, kompleks Khmer Hindu yang kurang dikenal ini mencakup tiga kuil utama—Ta Muen Thom, Ta Muen, dan Ta Muen Tot.

Arsitektur Ta Muen Thom menampilkan tempat suci yang menghadap ke selatan, sebuah anomali di antara kuil-kuil Khmer yang secara tradisional menghadap ke timur. Sebuah patung Shivling yang terbentuk secara alami masih diabadikan di tempat sucinya.

Lokasinya telah menjadikannya titik api yang berulang. Pada bulan Februari, tentara Kamboja dilaporkan menyanyikan lagu kebangsaan mereka di kuil tersebut, yang memicu konfrontasi dengan pasukan Thailand. Sebuah video percakapan tersebut menjadi viral di media sosial.

Politik dan Batas Kolonial


Menyusul pembentukan perlindungan Prancis atas Kamboja pada tahun 1863, beberapa perjanjian antara Prancis dan Siam ditandatangani dari tahun 1904 hingga 1907 untuk menentukan batas wilayah. Surveyor Prancis membuat peta berdasarkan garis daerah aliran sungai tetapi membuat pengecualian di dekat situs-situs penting secara budaya seperti Kuil Preah Vihear.

Para sejarawan Asia Tenggara telah lama mencatat bahwa batas-batas wilayah, terutama yang ditetapkan oleh kekuatan Barat, asing bagi politik regional.

Peta-peta buatan Prancis yang didasarkan pada kartografi Eropa memberi Kamboja "geo-body" yang khas, dengan Kuil Preah Vihear terletak tepat di dalam perbatasannya. Thailand secara konsisten mempermasalahkan batas-batas ini, terutama karena teknologi geografis yang lebih modern mengungkap adanya inkonsistensi.

Pada tahun 2008, Kamboja berhasil mendaftarkan Kuil Preah Vihear sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, sebuah langkah yang kembali memicu pertentangan dari Thailand.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Pulau Antartika Australia...
Pulau Antartika Australia Diserang Flu Burung, Ribuan Anak Anjing Laut Mati!
Rekomendasi
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved