Ini Momen Pria Druze Dieksekusi Milisi Suriah, Ditanya: Muslim atau Druze?
Kamis, 24 Juli 2025 - 11:27 WIB
loading...
A
A
A
Al-Sharaa sendiri memimpin HTS, yang sebelumnya merupakan cabang al-Qaeda di Suriah, tetapi memutuskan hubungan dengannya pada tahun 2017.
Video orang-orang bersenjata yang mengeksekusi pria Druze secara sepihak atas identitas agamanya bukanlah yang pertama muncul dalam kekerasan di Sweida.
Video lain yang menjadi viral menunjukkan tiga pria dipaksa melompat dari balkon ketika pemerintah atau pasukan yang berafiliasi dengan pemerintah menerobos masuk ke rumah mereka.
"Ayo, lemparkan diri kalian!" teriak para pria bersenjata itu berulang kali.
Saat ketiga pria itu melompati balkon, mereka ditembak beberapa kali.
Kemudian terungkap bahwa mereka adalah saudara kandung dari keluarga Arnous-dua dokter dan seorang insinyur.
Dalam insiden lain, beberapa pria dari keluarga yang sama dieksekusi di sebuah bundaran di Suweida ketika pasukan pemerintah menyerbu kota tersebut.
Dalam sebuah video, setidaknya enam pria dari keluarga Saraya dan seorang kerabat lainnya terlihat dipaksa berjalan kaki ke bundaran Tishreen di Sweida dengan todongan senjata sebelum ditembak mati. Di antara mereka terdapat seorang warga negara Amerika-Suriah.
Seorang akademisi yang sedang berkunjung ke Suriah Setelah 12 tahun, dia juga termasuk di antara ratusan orang yang tewas.
"Dengan hati yang hancur, kami mengucapkan selamat tinggal kepada sepupu saya, Dr Firas Abu Latif, seorang akademisi Suriah-Prancis yang baik dan brilian," tulis Samer Fahed dalam sebuah unggahan di X, dengan foto-foto Abu Latif.
"Dia ditemukan terbunuh dan dibakar di rumahnya di Sweida, setelah penggerebekan brutal oleh pasukan dari 'Kementerian Pertahanan' dan 'Direktorat Keamanan Umum' yang dipimpin oleh HTS dan presiden transisi Suriah yang baru," ujarnya.
"Dr Firas adalah seorang peneliti yang dihormati di Prancis, dengan spesialisasi di bidang Data Mining. Dia mendedikasikan hidupnya untuk sains, kebenaran. Dia terbunuh saat berlibur bersama keluarganya di Suriah setelah lebih dari 12 tahun meninggalkan Suriah," imbuh dia.
Kekejaman Berulang di Suriah
Video orang-orang bersenjata yang mengeksekusi pria Druze secara sepihak atas identitas agamanya bukanlah yang pertama muncul dalam kekerasan di Sweida.
Video lain yang menjadi viral menunjukkan tiga pria dipaksa melompat dari balkon ketika pemerintah atau pasukan yang berafiliasi dengan pemerintah menerobos masuk ke rumah mereka.
"Ayo, lemparkan diri kalian!" teriak para pria bersenjata itu berulang kali.
Saat ketiga pria itu melompati balkon, mereka ditembak beberapa kali.
Kemudian terungkap bahwa mereka adalah saudara kandung dari keluarga Arnous-dua dokter dan seorang insinyur.
Dalam insiden lain, beberapa pria dari keluarga yang sama dieksekusi di sebuah bundaran di Suweida ketika pasukan pemerintah menyerbu kota tersebut.
Dalam sebuah video, setidaknya enam pria dari keluarga Saraya dan seorang kerabat lainnya terlihat dipaksa berjalan kaki ke bundaran Tishreen di Sweida dengan todongan senjata sebelum ditembak mati. Di antara mereka terdapat seorang warga negara Amerika-Suriah.
Seorang akademisi yang sedang berkunjung ke Suriah Setelah 12 tahun, dia juga termasuk di antara ratusan orang yang tewas.
"Dengan hati yang hancur, kami mengucapkan selamat tinggal kepada sepupu saya, Dr Firas Abu Latif, seorang akademisi Suriah-Prancis yang baik dan brilian," tulis Samer Fahed dalam sebuah unggahan di X, dengan foto-foto Abu Latif.
"Dia ditemukan terbunuh dan dibakar di rumahnya di Sweida, setelah penggerebekan brutal oleh pasukan dari 'Kementerian Pertahanan' dan 'Direktorat Keamanan Umum' yang dipimpin oleh HTS dan presiden transisi Suriah yang baru," ujarnya.
"Dr Firas adalah seorang peneliti yang dihormati di Prancis, dengan spesialisasi di bidang Data Mining. Dia mendedikasikan hidupnya untuk sains, kebenaran. Dia terbunuh saat berlibur bersama keluarganya di Suriah setelah lebih dari 12 tahun meninggalkan Suriah," imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :