3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince

Senin, 21 Juli 2025 - 03:03 WIB
loading...
3 Alasan Rakyat Arab...
Rakyat Arab Saudi ikut berduka dengan kematian Sleeping Prince. Foto/X/Gulf News
A A A
RIYADH - Pangeran Al Waleed bin Khaled bin Talal Al Saud, yang dikenal sebagai "Pangeran Tidur atau Sleeping Prince", meninggal dunia setelah koma selama lebih dari dua dekade akibat kecelakaan mobil yang traumatis.

Lahir pada April 1990, Pangeran Al Waleed adalah putra tertua Pangeran Khaled bin Talal Al Saud, seorang bangsawan Saudi terkemuka dan keponakan miliarder Pangeran Al Waleed bin Talal.

Di usianya yang baru 15 tahun, saat belajar sebagai kadet militer di London, ia mengalami kecelakaan lalu lintas yang menghancurkan pada tahun 2005 yang menyebabkan cedera otak parah dan pendarahan internal.

Meskipun mendapatkan perawatan medis darurat dan bantuan dari dokter spesialis Amerika dan Spanyol, ia tidak pernah sepenuhnya sadar.

3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince

1. Dedikasi Ayah yang Tak Tergoyahkan

Melansir Gulf News, selama lebih dari 20 tahun, Pangeran Al Waleed berada dalam kondisi koma yang sebagian besar tidak responsif, meskipun sesekali gerakan tak sadar memberikan harapan. Ayahnya, Pangeran Khaled, secara terbuka menolak saran untuk mencabut alat bantu hidup, tetap teguh pada keyakinannya pada penyembuhan ilahi.

Keluarga tersebut membagikan video yang menunjukkan sang pangeran sedikit merespons bacaan Al-Qur'an, yang memikat empati dan kekaguman publik.

Baca Juga: NATO Ketar-ketir, Akankah BRICS Jadi Aliansi Militer?

2. Ayah yang Berbakti kepada Anaknya

Berita meninggalnya sang pangeran di fasilitas medis khusus di Arab Saudi memicu belasungkawa yang meluas.

Tagar "Pangeran Tidur" (#SleepingPrince) menjadi tren di media sosial saat ribuan orang berduka atas simbol kesabaran, keimanan, dan kasih sayang seorang ayah.

Kisah ini begitu membekas, dan banyak orang tersentuh oleh sosok seorang ayah yang berbakti di sisi putranya dari tahun ke tahun.

3. Warisan Spiritual

Kamar rumah sakit sang pangeran menjadi landmark spiritual, sering dikunjungi oleh para pengunjung yang memberikan doa dan dukungan.

Kehidupan dan perjuangannya yang panjang tidak hanya mencerminkan tantangan medis, tetapi juga semangat kemanusiaan yang abadi dan pengabdian keluarga yang melampaui generasi.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
8 Fakta Eton College,...
8 Fakta Eton College, Sekolah Elite Pilihan Pangeran George yang Biayanya Rp1,4 Miliar!
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved