Mengapa Yordania Tidak Pernah Menembak Rudal Israel?

Jum'at, 18 Juli 2025 - 16:32 WIB
loading...
Mengapa Yordania Tidak...
Sersan Staf Caycee Mahonee (kanan) bertemu perwira bintara Angkatan Bersenjata Yordania di Institut Pelatihan Wanita Angkatan Darat Yordania di Yordania. Foto/Master Sgt. Zach Sheely
A A A
AMMAN - Yordania dan Israel menjalin hubungan diplomatik resmi sejak ditandatanganinya Perjanjian Damai Israel–Yordania pada 26 Oktober 1994, yang mengakhiri status perang antar kedua negara sejak 1948. Kesepakatan ini mencakup komitmen kedua negara untuk saling menghormati kedaulatan dan tidak menggunakan wilayahnya sebagai basis serangan bagi pihak ketiga.

Karena itu, Yordania secara umum memposisikan diri sebagai sekutu Zionis yang secara resmi menghindari konfrontasi dengan Israel di berbagai domain, termasuk soal sistem pertahanan rudal.

Di era ketegangan regional yang meningkat, seperti eskalasi antara Iran dan Israel sejak 2024–2025, Yordania tetap menjaga kebijakan arus tengah: menegakkan pertahanan wilayahnya tanpa terlihat mendukung Israel secara terbuka.

Dengan posisi geografis yang rentan dan hubungan dalam negeri yang sarat sentimen pro-Palestina—di mana sekitar dua pertiga penduduknya memiliki asal-usul Palestina—Yordania berusaha menjaga stabilitas internal tanpa melepas kedaulatan udara mereka.

1. Yordania Tidak Menembak Rudal Israel karena Tidak Ada Serangan yang Dilakukan Israel


Israel tidak pernah meluncurkan rudal atau drone ke wilayah Yordania, sehingga tidak ada kebutuhan bagi Yordania untuk membalas.

Sistem pertahanan udara Yordania hanya aktif ketika objek terbang—biasanya rudal dan drone iran—melintasi wilayah udara Yordania menuju Israel, bukan ketika serangan tersebut berasal dari Israel.

Dengan demikian, tidak ada insiden di mana Yordania perlu menembak ke arah atau menghentikan rudal Israel.

Tak hanya itu, serangan Israel ke Iran dilakukan dengan jet tempur, jadi bukan rudal yang ditembakkan Israel ke Iran dan melintasi wilayah Yordania.

2. Komitmen Perjanjian Damai dan Kerjasama Keamanan Bilateral


Melalui Perjanjian Damai 1994, Yordania dan Israel sepakat menghormati wilayah satu sama lain serta menghindari penggunaan wilayah sebagai jalur serangan pihak ketiga.

Sejak itu, kedua negara menjalin kerja sama intelijen dan keamanan tingkat tinggi yang membuat Yordania tidak perlu memandang Israel sebagai ancaman militer, dan tidak ada insiden saling tembak atau peluncuran rudal antar keduanya.

Ini mendasari politik luar negeri Yordania yang konsisten menjaga hubungan tetap stabil.

3. Yordania Bersikap Defensif terhadap Ancaman dari Iran, Bukan Israel


Ketika terjadi serangan oleh Iran pada April 2024, Yordania menembak jatuh drone dan rudal Iran yang melintasi wilayahnya menuju Israel.

Yordania menegaskan tindakan ini semata-mata untuk melindungi kedaulatan udara nasional, bukan untuk membantu Israel secara militer.

Menlu Ayman Safadi bahkan menyatakan Yordania akan melakukan hal yang sama terhadap pelanggaran apapun, entah dari Israel, Iran, maupun pihak lain.

4. Publik Yordania yang Sensitif terhadap Isu Pro-Palestina


Secara internal, pemerintah Yordania menghadapi tekanan dari publik pro-Palestina yang luas.

Banyak publik di Yordania memandang Israel sebagai agresor atas konflik Gaza, sehingga jika Yordania menembak rudal Iran, akan dianggap sebagai pengkhianatan terhadap rakyat Palestina.

Ini mendorong pemerintah Yordania menjaga sikap netral dan defensif, memproyeksikan bahwa tindakan pertahanan udara bukan dukungan terhadap Israel, melainkan perlindungan terhadap rakyat dan wilayahnya sendiri.

5. Tidak Ada Peluang atau Keinginan Serangan oleh Israel


Israel sangat berhati-hati untuk tidak melintas ke wilayah Yordania dalam operasi udara atau pertahanan rudal, karena hal tersebut akan melanggar perjanjian damai dan bisa memicu krisis diplomatik.

Bahkan ketika IDF melakukan serangan terhadap sasaran Iran atau Hezbollah, perhatian utamanya adalah menjaga agar operasi tidak menimbulkan pelanggaran ke wilayah udara Yordania.

Pengaturan tersebut membuat Yordania tidak pernah berada dalam posisi menghadapi rudal Israel.

6. Yordania Memiliki Hubungan Keamanan dengan AS dan Israel


Yordania tergantung pada dukungan Amerika Serikat, termasuk dalam hal pertahanan udara, pelatihan militer, bantuan finansial, dan suplai air.

AS telah diizinkan menggunakan ruang udara Yordania untuk operasi bersama dengan Israel dan negara Barat lainnya dalam merespons ancaman Iran.

Di balik layar, Yordania bahkan berpartisipasi dalam “Middle East Air Defense Alliance” yang dipimpin Centcom AS bersama beberapa negara Arab termasuk Israel.

7. Risiko Politik dan Strategis yang Tinggi bagi Yordania


Jika Yordania pernah menembak rudal Israel—meski secara hipotetis—dampaknya bisa sangat besar. Itu akan membuka krisis diplomatik, menggagalkan perjanjian damai, dan melemahkan dukungan internasional, termasuk AS.

Kerajaan Yordania telah bertumpu pada stabilitas hubungan dengan Israel demi keamanan nasional, termasuk akses air dan stabilitas perbatasan.

Jadi, tak ada insentif strategis atau politis untuk melakukan konfrontasi terhadap Israel.

8. Sejarah Konflik masa Lalu Mengajarkan Yordania Tidak Terlibat Lagi


Melalui pelajaran pahit dari Perang Enam Hari 1967 dan pertempuran Karameh 1968, Yordania menyaksikan kerugian besar akibat konfrontasi langsung dengan Israel—termasuk kehilangan wilayah Tepi Barat dan penghancuran kekuatan udara secara drastis.

Karena itu kerajaan memilih jalur kebijakan luar negeri yang menghindari perang terbuka dan penembakan rudal Israel.

Dengan demikian, tidak adanya insiden penembakan rudal Israel oleh Yordania bukan karena lemahnya kemampuan militer, melainkan merupakan strategi diplomatik dan pertahanan pro-bela diri yang dirancang untuk menjaga stabilitas serta menghormati hubungan damai yang telah lama dibangun dengan Zionis.

Baca juga: 7 Fakta Kenapa Tentara Israel juga Menembaki Gereja di Palestina?
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Argentina Tundukkan...
Argentina Tundukkan Yordania 3-1, Messi Langsung Cetak Gol usai Masuk sebagai Pemain Pengganti
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Hubungan yang Unik,...
Hubungan yang Unik, Menlu Iran Kunjungi Qatar Setelah Militernya Serang Doha
Rekomendasi
Davina Karamoy Beberkan...
Davina Karamoy Beberkan Alasan Menangis Saat Pertama Kali Membaca Skenario Film Terbarunya
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Berita Terkini
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Meski Sedang Perang,...
Meski Sedang Perang, Trump Puji Iran karena Bebaskan Warga AS dari Penjara
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved