Inilah Jenderal AS yang Diperintah Memasok Sistem Rudal Patriot ke Ukraina

Jum'at, 18 Juli 2025 - 10:08 WIB
loading...
Inilah Jenderal AS yang...
Alexus Grynkewich, Letnan Jenderal AS yang juga Panglima Tertinggi NATO di Eropa, diperintahkan untuk melaksanakan pengiriman sistem rudal Patriot ke Ukraina. Foto/US Air Force/Senior Airman Spencer Perkins
A A A
BRUSSELS - Alexus Grynkewich, Letnan Jenderal Amerika Serikat (AS) yang juga Panglima Tertinggi NATO di Eropa, mengaku dirinya diperintahkan untuk melaksanakan pengiriman sistem pertahanan rudal Patriot buatan Amerika ke Ukraina. Menurutnya, biayanya ditanggung oleh Jerman.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky semakin gencar mendesak para pendukung Barat-nya untuk menyediakan lebih banyak unit sistem pertahanan Patriot baru-baru ini.

Rusia, yang mengeklaim telah menghancurkan beberapa sistem pertahanan udara tersebut sejak 2022, menegaskan bahwa bantuan militer apa pun kepada Ukraina tidak akan mengubah hasil konflik, dan hanya akan memperpanjang pertumpahan darah.

Baca Juga: Jenderal Ukraina Bingung dan Ragu Trump Kirim 17 Sistem Rudal Patriot ke Kyiv

Dalam sebuah artikel pada hari Kamis (17/7/2025), Reuters mengutip Jenderal Grynkewich yang mengatakan bahwa dialah yang diperintahkan untuk melaksanakan pengiriman sistem pertahanan itu ke Ukraina secepat mungkin.

"Akan ada banyak lagi yang akan menyusul," katanya, tanpa merinci apakah AS langsung atau negara lain yang akan memasok senjata pertahanan tersebut.

Reuters mengutip sumber anonim yang mengatakan bahwa beberapa negara Barat diperkirakan akan mengadakan pertemuan Rabu depan untuk membahas pengamanan baterai sistem pertahanan Patriot tambahan untuk Ukraina.

Setelah pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di Washington pada hari Senin, Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan bahwa pengaturan pengiriman sistem Patriot dapat diselesaikan dalam beberapa hari atau minggu, meskipun mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum Ukraina benar-benar menerima sistem pertahanan rudal tersebut.

Meskipun Berlin telah mengindikasikan kesiapannya untuk menanggung biaya pengiriman sistem Patriot, masih belum jelas dari mana peluncur tersebut akan berasal, karena Berlin sendiri hanya memiliki enam sistem rudal tersebut, seperti yang baru-baru ini diakui oleh Pistorius.

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini memperketat retorikanya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin, dengan menuduhnya tidak bersedia mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Mengomentari pernyataan Trump baru-baru ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa keputusan untuk mengirimkan lebih banyak senjata ke Kyiv kemungkinan akan dianggap oleh pihak Ukraina sebagai sinyal untuk melanjutkan perang.

"Sedangkan bagi Jerman, negara itu menjadi berbahaya lagi," ujar Peskov.

Awal pekan ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa negara-negara Eropa mendanai "kematian" Ukraina dengan membayar senjata yang dikirim ke Kyiv.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Trump Murka Harga BBM...
Trump Murka Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Perintahkan Penyelidikan
Rekomendasi
Bank Kalteng Jadi Sponsor...
Bank Kalteng Jadi Sponsor Utama Adhyaksa FC di Super League Musim Depan
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Berita Terkini
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Infografis
Profil Ayatollah Ali...
Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Diserang AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved