3 Risiko Besar yang Dihadapi AS dengan Pengiriman Rudal Patriot ke Ukraina

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:15 WIB
loading...
3 Risiko Besar yang...
AS menghadapi risiko besar dengan pengiriman rudal patriot ke Ukraina. Foto/X/@jurgen_nauditt
A A A
MOSKOW - Paket senjata baru Presiden Donald Trump untuk Ukraina merupakan ladang ranjau keamanan bagi AS. Itu diungkapkan kata pensiunan kolonel Earl Rasmussen kepada Sputnik.

"Ada banyak tantangan di sini, dan itu tidak menempatkan kita dalam situasi yang baik," Rasmussen memperingatkan.

3 Risiko Besar yang Dihadapi AS dengan Pengiriman Rudal Patriot ke Ukraina

1. Stok Menipis

Stok AS "sangat rendah" dan kapasitas produksi terbatas.

Mengirim lebih banyak rudal ke Israel membebani sumber daya AS.

"Kami mengambil risiko di sini — ini akan memengaruhi kesiapan dan postur militer kami sendiri," kata Rasmussen.

Baca Juga: Meski Punya Bom Nuklir, Pakar Ini Ungkap 3 Alasan Militer Pakistan Tak Berani Melawan Israel

2. Penggantian yang Mahal

Setiap baterai Patriot berharga USD1 miliar, dan rudalnya masing-masing berharga USD7 hingga USD10 juta—dengan dua rudal biasanya dibutuhkan untuk mencegat satu target.

"Jika kami memasok 30 rudal, rudal-rudal itu akan habis dalam seminggu, mungkin kurang," catat pakar tersebut.

Pengisian ulang akan sangat mahal — jika AS dapat menemukan stoknya.

"Peningkatan permintaan produksi juga akan meningkatkan biaya, mendorong harga di atas USD10 juta," ujar Rasmussen.

3. AS Terjerumus Lebih Dalam ke Konflik Ukraina

Pengawasan sistem merupakan masalah besar, menurut pakar tersebut. Sistem AS yang canggih membutuhkan kru terlatih, intelijen NATO, dan penasihat AS di lapangan.

"Hal itu menciptakan risiko potensial terkait seberapa besar keterlibatan kita. Apakah kita terlibat langsung?" tanya Rasmussen.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Rusia Bersiap Kirim...
Rusia Bersiap Kirim 20 Jet Tempur Su-35 untuk Iran
Giliran Lithuania Akan...
Giliran Lithuania Akan Cabut Larangan Senjata Nuklir, Rusia Makin Terancam
Rusia Sebut Selat Hormuz...
Rusia Sebut Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir'-nya Iran
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
AS Rayakan Kemerdekaan...
AS Rayakan Kemerdekaan ke-250, Trump Gelar Parade dan Kembang Api Besar-Besaran
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran,...
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran, Tangkap 130 Orang termasuk Pejabat Kementerian Urusan Islam
Rekomendasi
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
Brough Superior Dagger...
Brough Superior Dagger S, Rolls-Royce Roda Dua Supermewah
Kisah Arga, Mahasiswa...
Kisah Arga, Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang Raih Penghargaan Berkat Temuan Celah Claude AI
Berita Terkini
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
Hadiri Pemakaman Khamenei,...
Hadiri Pemakaman Khamenei, Medvedev: Iran Atasi Cobaan dengan Bermartabat
Perusahaan Belgia Beri...
Perusahaan Belgia Beri Trump Cincin Emas dengan 321 Berlian usai Hapus Tarif
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved