Brigade al-Qassam Hamas Bunuh Tentara Israel setelah Gagal Menangkapnya

Jum'at, 11 Juli 2025 - 08:08 WIB
loading...
Brigade al-Qassam Hamas...
Pasukan Brigade al-Qassam Hamas membunuh seorang tentara Israel di kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, setelah upaya untuk menangkapnya gagal karena kondisi medan perang. Foto/via Anadolu
A A A
GAZA - Sayap militer Hamas Brigade al-Qassam mengumumkan bahwa pasukannya telah membunuh seorang tentara Israel di kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan. Tentara rezim Zionis itu dibunuh setelah pasukan Brigade al-Qassam gagal menangkapnya karena kondisi medan perang.

Mengutip laporan Anadolu, Jumat (11/7/2025), Tel Aviv telah mengakui kematian tentaranya tersebut.

Itu menandai insiden pertama dalam 14 bulan dan merupakan bagian dari operasi intensif oleh faksi-faksi perlawanan Palestina sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai genosida Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

Sejak Israel melanjutkan serangannya di Gaza pada 18 Maret, 39 tentara Israel telah tewas di Jalur Gaza, menurut harian berbahasa Ibrani, Israel Hayom.

Baca Juga: Hamas Sepakat Bebaskan 10 Sandera sebagai Bagian dari Gencatan Senjata dengan Israel

Dalam sebuah pernyataan, Brigade al-Qassam mengumumkan pembunuhan seorang tentara Israel tersebut.

"Kami melakukan serangan hari ini [Rabu] terhadap sekelompok tentara dan kendaraan musuh di daerah Abasan al-Kabira, sebelah timur Khan Younis," kata Brigade al-Qassam.

Kelompok tersebut menjelaskan bahwa pasukannya menargetkan sebuah tank Merkava, sebuah pengangkut personel lapis baja, dan dua buldoser militer menggunakan peluru Al Yassin 105.

“Pejuang kami kemudian maju ke arah tentara musuh dan bertempur melawan mereka menggunakan senjata ringan. Mereka berusaha menangkap salah satu tentara, tetapi kondisi lapangan tidak memungkinkan, sehingga mereka membunuhnya dan menyita senjatanya," imbuh sayap militer Hamas tersebut.

Sementara itu, Hamas mengatakan mereka telah sepakat untuk membebaskan 10 sandera sebagai bagian dari gencatan senjata dengan Israel yang sedang diupayakan.

Kelompok perlawanan Palestina ini mengatakan perundingan gencatan senjata berlangsung sulit karena kekerasan hati Israel. Menurut Hamas, perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung di Doha, Qatar, memiliki beberapa poin penting, termasuk aliran bantuan, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan jaminan nyata untuk gencatan senjata permanen.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ada peluang yang sangat besar untuk gencatan senjata di Gaza minggu ini atau minggu depan.

"Kami memiliki peluang minggu ini atau minggu depan," katanya kepada para wartawan.

Sedangkan Panglima Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan pada hari Rabu bahwa kondisi telah diciptakan untuk kemajuan kesepakatan pembebasan sandera di Gaza, karena negosiasi tidak langsung sedang berlangsung antara Israel dan Hamas.

"Kami telah mencapai banyak hasil yang signifikan, kami telah menyebabkan kerusakan besar pada pemerintahan dan kemampuan militer Hamas," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Ducati hingga Tas Dior...
Ducati hingga Tas Dior Rampasan Kasus Korupsi K3 Bakal Dilelang KPK Desember 2026
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
Cegah Gencatan Senjata,...
Cegah Gencatan Senjata, Israel Palsukan Penemuan Terowongan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved