Jerman Mampu Bikin Senjata Nuklir, tapi Tak Senang Iran Punya Bom Atom

Jum'at, 11 Juli 2025 - 07:19 WIB
loading...
Jerman Mampu Bikin Senjata...
Rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir Amerika Serikat. Jerman mampu membuat senjata nuklir sendiri dalam hitungan bulan, tapi tak senang Iran memiliki senjata serupa. Foto/US Air Force
A A A
BRUSSELS - Jerman menjadi salah satu negara Eropa yang menyuarakan ketidaksenangannya jika Iran mengembangkan senjata atom melalui program nuklirnya. Namun, Berlin ternyata mampu mengembangkan senjata nuklirnya sendiri hanya dalam hitungan bulan jika memilih untuk melakukannya.

Kemampuan Jerman itu diungkap Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi. Dalam wawancara dengan media Polandia; Reczpospolita, Grossi menyatakan bahwa Berlin telah memiliki material nuklir, pengetahuan, dan akses teknologi yang diperlukan.

Meski Jerman dapat membuat bom nuklir dalam hitungan bulan, kepala IAEA itu menekankan bahwa kesimpulannya itu hanyalah asumsi hipotetis dan bahwa negara-negara Eropa terus menegaskan komitmen mereka terhadap Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

Baca Juga: Serang Iran, Jerman Puji Israel Lakukan Pekerjaan Kotor untuk Negara-negara Barat

"Tidak ada negara, terutama negara yang kuat, yang dibimbing oleh altruisme," ujar Grossi, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (11/7/2025).

Dia menambahkan bahwa pemerintah-pemerintah Eropa telah menetapkan bahwa dunia di mana senjata nuklir dapat diakses secara luas akan menjadi "bencana besar".

Meskipun kepala IAEA menyoroti perlunya dialog internasional tentang keamanan nuklir dan pentingnya menegakkan komitmen non-proliferasi, pernyataannya menyusul serangan udara AS dan Israel baru-baru ini terhadap fasilitas nuklir Iran. Serangan tersebut dilakukan dengan dalih mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir, yang telah dibantah oleh IAEA maupun intelijen AS.

Setelah serangan udara tersebut, Iran menangguhkan kerja sama dengan IAEA dan mengusir para inspekturnya. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkritik badan tersebut karena tidak mengutuk serangan tersebut, menyebut sikap diamnya sebagai "tidak dapat diterima" dan menuduh badan tersebut bias.

Jerman Puji Israel Serang Situs Nuklir Iran


Setelah Israel menyerang situs-situs nuklir Iran, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyampaikan pujian mengejutkan. Menurutnya, pemerintah dan tentara Israel telah melakukan "pekerjaan kotor" untuk negara-negara Barat.

Merz menyampaikan pernyataan tersebut dalam serangkaian wawancara di sela-sela pertemuan puncak G7 di Kanada bulan lalu, yang dihadiri semua penjamin kesepakatan nuklir Iran 2015, kecuali Rusia dan China.

"Ini adalah pekerjaan kotor yang dilakukan Israel untuk kita semua. Kita juga adalah korban dari rezim ini," ujar dia dalam wawancara dengan ZDF.

"Rezim mullah ini telah membawa kematian dan kehancuran bagi dunia," katanya.

“Saya hanya bisa berkata: Rasa hormat yang sebesar-besarnya atas fakta bahwa tentara Israel dan para pemimpin Israel memiliki keberanian untuk melakukan ini,” papar dia.

"Saya berasumsi bahwa serangan beberapa hari terakhir telah melemahkan rezim mullah secara signifikan dan tidak mungkin kembali ke kekuatan sebelumnya, membuat masa depan negara ini tidak pasti," ujar Merz dalam wawancara terpisah dengan Die Welt.

Pernyataan Grossi tentang kemampuan Jerman membuat senjata nuklir sendiri itu muncul di tengah upaya militerisasi yang semakin meluas di antara negara-negara anggota NATO Eropa dan seruan dari para pejabat senior Jerman, termasuk Jens Spahn, ketua blok CDU/SU di Bundestag, yang baru-baru ini berpendapat bahwa senjata nuklir AS yang berbasis di Jerman tidak lagi cukup untuk menangkal dugaan ancaman dari Rusia.

Spahn mendesak Jerman untuk mendapatkan akses ke persenjataan nuklir Inggris atau Prancis atau bergabung dengan sistem penangkalan Eropa yang lebih luas, dengan alasan bahwa ketergantungan pada senjata AS tidak lagi memadai.

Spahn juga mengemukakan gagasan "payung nuklir Eropa yang independen", dengan klaim bahwa payung tersebut hanya akan berfungsi jika Jerman memiliki akses ke pengelolaannya.

Moskow telah berulang kali membantah bahwa mereka menimbulkan ancaman bagi negara-negara anggota NATO Eropa, menuduh para pejabat Barat menggunakan rasa takut untuk membenarkan peningkatan anggaran, serta penurunan standar hidup warga negara mereka.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Menteri Turki Sebut...
Menteri Turki Sebut Yerusalem Akan Direbut Umat Islam, Israel Murka
Rekomendasi
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Infografis
Iran: 2 Kapal Induk...
Iran: 2 Kapal Induk Nuklir AS Tak akan Berani Menyerang!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved