Trump Ancam Mengebom Habis-habisan Moskow, Ini Respons Kremlin
Kamis, 10 Juli 2025 - 07:19 WIB
loading...
Kremlin ragu dengan keaslian rekaman audio Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan mengebom habis-habisan Ibu Kota Rusia, Moskow. Foto/via Pravda
A
A
A
MOSKOW - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dalam rekaman audio yang bocor, pernah mengancam akan mengebom habis-habisan Ibu Kota Rusia, Moskow, selama masa jabatan pertamanya. Namun, Kremlin ragu perihal keaslian rekaman audio tersebut.
Menurut laporan CNN, mengutip rekaman audio yang bocor, Trump mengatakan dalam pertemuan para donor di tengah kampanye pra-pemilunya pada tahun 2024 bahwa dia pernah memperingatkan Putin bahwa dia akan mengebom habis-habisan Moskow jika Rusia menyerang Ukraina.
"Dengan Putin saya berkata: 'Jika Anda pergi ke Ukraina, saya akan mengebom habis-habisan Moskow. Saya katakan kepada Anda bahwa saya tidak punya pilihan'," kata Trump kepada sekelompok donatur tersebut.
Baca Juga: Rekaman Donald Trump Bocor: 'Saya Akan Mengebom Habis-habisan Moskow!'
"Lalu [Putin] berkata, seperti, 'Saya tidak percaya Anda'. Tapi dia 100 persen percaya pada saya," lanjut Trump, menurut rekaman audio tersebut.
Ditanya tentang laporan tersebut, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (10/7/2025), mengatakan: "Saya tidak dapat mengonfirmasi atau menyangkal ini, meskipun saya ingin...Apakah itu palsu atau tidak, kami juga tidak tahu. Ada banyak berita palsu akhir-akhir ini."
Laporan CNN tidak menyebutkan kapan tepatnya Trump membuat komentar tentang ancaman pengeboman Moskow kepada Putin. Hanya saja, laporan itu menyebutkan bahwa Trump melontarkan ancamannya ketika masa jabatan pertamanya sebagai presiden Amerika.
Washington Post melaporkan bahwa Trump telah berbicara dengan Putin melalui telepon November lalu—setelah dia memenangkan pemilihan presiden AS tetapi sebelum dia kembali ke Gedung Putih-dan memperingatkannya untuk tidak meningkatkan ketegangan di Ukraina.
Kremlin menepis laporan panggilan telepon tersebut sebagai "fiksi belaka". Panggilan telepon pertama yang diakui antara kedua pemimpin tahun ini terjadi pada 12 Februari.
Trump, yang berjanji untuk segera mengakhiri perang di Ukraina, semakin frustrasi dengan Putin dalam beberapa bulan terakhir karena konflik terus berlarut-larut.
Dia mengarahkan kemarahannya kepada pemimpin Kremlin tersebut dalam sebuah pertemuan dengan para pejabat kabinetnya di Gedung Putih pada hari Selasa, dengan mengatakan, "Kami menerima banyak omong kosong yang dilemparkan kepada kami oleh Putin."
Trump juga mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi tambahan kepada Moskow.
Laporan CNN juga menyebutkan bahwa Trump juga melontarkan ancaman serupa kepada Presiden China Xi Jinping atas potensi invasi China terhadap Taiwan, dengan mengatakan kepadanya bahwa Amerika Serikat akan mengebom Beijing sebagai respons.
Menurut laporan CNN, mengutip rekaman audio yang bocor, Trump mengatakan dalam pertemuan para donor di tengah kampanye pra-pemilunya pada tahun 2024 bahwa dia pernah memperingatkan Putin bahwa dia akan mengebom habis-habisan Moskow jika Rusia menyerang Ukraina.
"Dengan Putin saya berkata: 'Jika Anda pergi ke Ukraina, saya akan mengebom habis-habisan Moskow. Saya katakan kepada Anda bahwa saya tidak punya pilihan'," kata Trump kepada sekelompok donatur tersebut.
Baca Juga: Rekaman Donald Trump Bocor: 'Saya Akan Mengebom Habis-habisan Moskow!'
"Lalu [Putin] berkata, seperti, 'Saya tidak percaya Anda'. Tapi dia 100 persen percaya pada saya," lanjut Trump, menurut rekaman audio tersebut.
Ditanya tentang laporan tersebut, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, sebagaimana dikutip Reuters, Kamis (10/7/2025), mengatakan: "Saya tidak dapat mengonfirmasi atau menyangkal ini, meskipun saya ingin...Apakah itu palsu atau tidak, kami juga tidak tahu. Ada banyak berita palsu akhir-akhir ini."
Laporan CNN tidak menyebutkan kapan tepatnya Trump membuat komentar tentang ancaman pengeboman Moskow kepada Putin. Hanya saja, laporan itu menyebutkan bahwa Trump melontarkan ancamannya ketika masa jabatan pertamanya sebagai presiden Amerika.
Washington Post melaporkan bahwa Trump telah berbicara dengan Putin melalui telepon November lalu—setelah dia memenangkan pemilihan presiden AS tetapi sebelum dia kembali ke Gedung Putih-dan memperingatkannya untuk tidak meningkatkan ketegangan di Ukraina.
Kremlin menepis laporan panggilan telepon tersebut sebagai "fiksi belaka". Panggilan telepon pertama yang diakui antara kedua pemimpin tahun ini terjadi pada 12 Februari.
Trump, yang berjanji untuk segera mengakhiri perang di Ukraina, semakin frustrasi dengan Putin dalam beberapa bulan terakhir karena konflik terus berlarut-larut.
Dia mengarahkan kemarahannya kepada pemimpin Kremlin tersebut dalam sebuah pertemuan dengan para pejabat kabinetnya di Gedung Putih pada hari Selasa, dengan mengatakan, "Kami menerima banyak omong kosong yang dilemparkan kepada kami oleh Putin."
Trump juga mengatakan dia sedang mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi tambahan kepada Moskow.
Laporan CNN juga menyebutkan bahwa Trump juga melontarkan ancaman serupa kepada Presiden China Xi Jinping atas potensi invasi China terhadap Taiwan, dengan mengatakan kepadanya bahwa Amerika Serikat akan mengebom Beijing sebagai respons.
(mas)
Lihat Juga :