Misteri Jet Tempur Siluman F-35 Inggris Ngadat di India dan Dibiarkan Kehujanan 2 Minggu

Senin, 30 Juni 2025 - 11:25 WIB
loading...
A A A
Laporan resmi mengonfirmasi kegagalan sistem hidrolik. Teknisi kapal induk HMS Prince of Wales mencoba memperbaikinya tetapi gagal. Sistem ini penting untuk terbang dan mendarat.

F-35 membutuhkan pangkalan perawatan khusus, yang tidak dimiliki Kerala. Karena Inggris tidak menginginkan keterlibatan India, tim dari Inggris akan dikirim.

Seorang juru bicara Komisi Tinggi mengatakan upaya perbaikan jet di bandara Thiruvananthapuram sedang berlangsung dan berterima kasih kepada pejabat India atas dukungan mereka.

6. Jika Gagal Diperbaiki, Bagaimana Memulangkan F-35 Inggris?


Ketika teknisi Inggris tidak dapat memperbaiki pesawat, mereka meminta tim ahli dan peralatan khusus untuk perbaikan pesawat. Tim yang terdiri dari 40 ahli akan datang dari Inggris untuk memperbaiki F-35. Menurut juru bicara Komisi Tinggi Inggris, setelah tim tiba, jet akan dibawa ke hanggar tempat perbaikan akan dilanjutkan.

Tim ahli akan datang dengan kendaraan penarik khusus untuk membawa pesawat ke hanggar. Jika jet tidak dapat diperbaiki, jet harus diangkut kembali. Jet dapat diangkut kembali ke Inggris melalui pesawat angkut militer C-17 Globemaster III milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

7. Mengapa F-35 Pesawat Tempur Istimewa dan Mahal?


F-35 adalah jet tempur canggih generasi kelima, yang diproduksi oleh perusahaan Amerika Lockheed Martin.

Selama kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke AS pada bulan Februari, Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk menawarkan F-35 kepada India dan memperluas kesepakatan pertahanan senilai miliaran dolar.

Namun, Menteri Luar Negeri Vikram Misri kemudian mengklarifikasi bahwa tidak ada kesepakatan seperti itu yang telah dimulai. Pada bulan Maret, Marsekal Udara AP Singh juga menyatakan bahwa AS belum mengajukan penawaran resmi untuk F-35.

Vivek Mishra mencatat bahwa India menyadari bahwa AS tidak akan membagikan kode sumber F-35—yang selam ini hanya diberikan kepada Israel—dan, mengingat biayanya yang tinggi, India tidak tertarik untuk membelinya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Mencekam! Langit Kanada...
Mencekam! Langit Kanada Berubah Jadi Oranye akibat Kebakaran Hutan Dahsyat
Rekomendasi
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Dekopin: Juli Bulan...
Dekopin: Juli Bulan Koperasi, Banyak Daerah Masih Merayakan
FKGI Dukung Arah Kebijakan...
FKGI Dukung Arah Kebijakan Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved