Prancis Ketakutan Iran Bakal Tinggalkan Perjanjian Nonproliferasi Senjata Nuklir
Jum'at, 27 Juni 2025 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
"Yang terburuk adalah konsekuensi dari ini adalah keluarnya Iran dari Perjanjian Non-Proliferasi dan oleh karena itu, pada akhirnya, terjadi penyimpangan dan pelemahan kolektif," kata Macron kepada wartawan setelah pertemuan puncak Uni Eropa di Brussels pada hari Kamis.
"Harapan kami adalah adanya konvergensi pandangan yang sejati, karena tujuannya ...adalah untuk mencegah dimulainya kembali kegiatan proliferasi [Iran]," ujarnya, yang dilansir Russia Today, Jumat (27/6/2025).
Macron mengatakan Prancis berencana untuk mengadakan konsultasi dengan empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya–AS, Inggris, Rusia, dan China–dalam beberapa hari mendatang.
Dia juga mencatat bahwa dirinya telah memberi pengarahan kepada Presiden AS Donald Trump tentang komunikasi terbaru Prancis dengan Teheran, termasuk "dalam beberapa jam terakhir".
Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan akan "sangat disesalkan" jika Iran menarik diri dari NPT.
Abbas Golroo, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen Iran, menyatakan pada 22 Juni–hari ketika AS menyerang tiga fasilitas nuklir, termasuk lokasi pengayaan uranium di Fordow–bahwa Iran memiliki “hak hukum untuk menarik diri dari perjanjian tersebut.”
"Harapan kami adalah adanya konvergensi pandangan yang sejati, karena tujuannya ...adalah untuk mencegah dimulainya kembali kegiatan proliferasi [Iran]," ujarnya, yang dilansir Russia Today, Jumat (27/6/2025).
Macron mengatakan Prancis berencana untuk mengadakan konsultasi dengan empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya–AS, Inggris, Rusia, dan China–dalam beberapa hari mendatang.
Dia juga mencatat bahwa dirinya telah memberi pengarahan kepada Presiden AS Donald Trump tentang komunikasi terbaru Prancis dengan Teheran, termasuk "dalam beberapa jam terakhir".
Rafael Grossi, kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mengatakan akan "sangat disesalkan" jika Iran menarik diri dari NPT.
Abbas Golroo, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri Parlemen Iran, menyatakan pada 22 Juni–hari ketika AS menyerang tiga fasilitas nuklir, termasuk lokasi pengayaan uranium di Fordow–bahwa Iran memiliki “hak hukum untuk menarik diri dari perjanjian tersebut.”
Lihat Juga :