Cerita Mossad Gagal Habisi AQ Khan, Menjadikan Pakistan Satu-satunya Negara Islam Pemilik Bom Nuklir

Kamis, 26 Juni 2025 - 13:29 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 1986, Khan yakin Pakistan memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata nuklir.

Motivasinya sebagian besar bersifat ideologis: "Saya ingin mempertanyakan sikap sok suci orang Amerika dan Inggris," katanya.

"Apakah bajingan-bajingan ini adalah penjaga dunia yang ditunjuk Tuhan?" ujarnya.

Ada upaya serius untuk menyabotase program tersebut, termasuk serangkaian percobaan pembunuhan yang secara luas dipahami sebagai pekerjaan badan intelijen Israel, Mossad.

Para eksekutif di perusahaan-perusahaan Eropa yang berbisnis dengan AQ Khan menjadi sasaran. Sebuah bom surat dikirim ke salah satu perusahaan di Jerman Barat—dia berhasil lolos tetapi anjingnya terbunuh.

Pengeboman lainnya menargetkan seorang eksekutif senior perusahaan Swiss Cora Engineering, yang bekerja pada program nuklir Pakistan.

Para sejarawan, termasuk Adrian Levy, Catherine Scott-Clark dan Adrian Hanni, berpendapat bahwa Mossad menggunakan ancaman dan percobaan pembunuhan dalam sebuah kampanye yang gagal untuk mencegah Pakistan membuat bom nuklir.

Siegfried Schertler, pemilik salah satu perusahaan, mengatakan kepada Kepolisian Federal Swiss bahwa agen-agen Mossad meneleponnya dan para penjualnya berulang kali.

Dia mengatakan bahwa dirinya didekati oleh seorang karyawan Kedutaan Israel di Jerman, seorang pria bernama David, yang menyuruhnya untuk menghentikan "bisnis-bisnis" yang berkaitan dengan senjata nuklir.

"Israel tidak ingin negara Muslim memiliki bom tersebut," kata Feroz Khan, mantan pejabat program senjata nuklir Pakistan.

Pada awal 1980-an, Israel mengusulkan kepada India agar keduanya bekerja sama untuk mengebom dan menghancurkan fasilitas nuklir Pakistan di Kahuta di distrik Rawalpindi, Pakistan.

Perdana Menteri India saat itu, Indira Gandhi, menyetujui serangan tersebut.

Sebuah rencana dikembangkan untuk F-16 dan F-15 Israel agar lepas landas dari pangkalan udara Jamnagar di Gujarat, India, dan melancarkan serangan terhadap fasilitas tersebut.

Namun, Gandhi kemudian menarik diri dan rencana tersebut dibatalkan.

Pada tahun 1987, ketika putranya; Rajiv Gandhi, menjadi perdana menteri, kepala Angkatan Darat India Letnan Jenderal Krishnaswami Sundarji mencoba memulai perang dengan Pakistan sehingga India dapat mengebom fasilitas nuklir di Kahuta.

Dia mengirim setengah juta tentara ke perbatasan Pakistan untuk latihan militer, bersama dengan ratusan tank dan kendaraan lapis baja—sebuah provokasi yang luar biasa.

Namun, upaya untuk memicu permusuhan ini gagal setelah perdana menteri India, yang belum diberi pengarahan yang tepat tentang rencana Sundarji, memicu de-eskalasi dengan Pakistan.

Meskipun ditentang India dan Israel, baik AS maupun China diam-diam membantu Pakistan. China menyediakan uranium yang diperkaya, tritium, dan bahkan ilmuwan bagi Pakistan.

Sementara itu, dukungan Amerika datang karena Pakistan merupakan sekutu penting Perang Dingin.

Presiden AS saat itu, Jimmy Carter, memangkas bantuan ke Pakistan pada April 1979 sebagai tanggapan atas terungkapnya program Pakistan, tetapi kemudian membatalkan keputusan tersebut beberapa bulan kemudian ketika Uni Soviet menginvasi Afghanistan: Amerika akan membutuhkan bantuan dari negara tetangga Pakistan.

Pada 1980-an, AS diam-diam memberikan pelatihan teknis kepada ilmuwan nuklir Pakistan dan menutup mata terhadap programnya.

Namun semuanya berubah dengan berakhirnya Perang Dingin.

Pada bulan Oktober 1990 AS menghentikan bantuan ekonomi dan militer ke Pakistan sebagai protes terhadap program nuklir. Pakistan kemudian mengatakan akan berhenti mengembangkan senjata nuklir.

AQ Khan kemudian mengungkapkan bahwa produksi uranium yang sangat diperkaya secara diam-diam terus berlanjut.

Pakistan Jadi Kekuatan Nuklir Ketujuh


Pada 11 Mei 1998, India menguji hulu ledak nuklirnya. Pakistan kemudian berhasil menguji hulu ledaknya sendiri di gurun Balochistan akhir bulan itu. AS menanggapinya dengan memberikan sanksi kepada India dan Pakistan.

Pakistan telah menjadi kekuatan nuklir ketujuh di dunia.

Pada akhirnya, AQ Khan menjadi pahlawan nasional. Dia diantar berkeliling dengan iring-iringan mobil selevel perdana menteri dan dijaga oleh pasukan komando tentara.

Jalan-jalan, sekolah, dan beberapa tim kriket dinamai sesuai namanya. Dia tidak dikenal karena meremehkan prestasinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial 13?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Wali Kota New York Mamdani...
Wali Kota New York Mamdani Diancam Bunuh gegara Bela Palestina-Kecam Israel
Rekomendasi
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
Peluang Besar, Sandiaga...
Peluang Besar, Sandiaga Uno Bidik Sektor Sertifikasi
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Berita Terkini
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Infografis
3 dari 4 Negara Musuh...
3 dari 4 Negara Musuh AS Paling Berbahaya Memiliki Bom Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved