Balas Serangan AS, Parlemen Iran Dilaporkan Setuju Tutup Selat Hormuz
Senin, 23 Juni 2025 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
"Saya mendorong pemerintah China di Beijing untuk menghubungi mereka mengenai hal itu, karena mereka sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk minyak mereka," kata Rubio, yang juga menjabat sebagai penasihat keamanan nasional Gedung Putih.
"Jika mereka melakukan itu, itu akan menjadi kesalahan besar lainnya. Itu sama saja dengan bunuh diri secara ekonomi bagi mereka jika mereka melakukannya. Dan kita masih punya pilihan untuk mengatasinya, tetapi negara-negara lain juga harus mempertimbangkannya. Itu akan merugikan ekonomi negara-negara lain jauh lebih parah daripada ekonomi kami," paparnya.
Rubio mengatakan langkah untuk menutup selat itu akan menjadi eskalasi besar-besaran yang akan membutuhkan tanggapan dari AS dan negara-negara lain.
Kedutaan Besar China di Washington tidak segera memberikan komentar.
Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Iran dan merupakan rute ekspor utama bagi produsen-produsen Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.
Sekitar 20% dari konsumsi minyak harian dunia—sekitar 18 juta barel—melewati Selat Hormuz, yang lebarnya hanya sekitar 33 km (21 mil) pada titik tersempitnya.
"Jika mereka melakukan itu, itu akan menjadi kesalahan besar lainnya. Itu sama saja dengan bunuh diri secara ekonomi bagi mereka jika mereka melakukannya. Dan kita masih punya pilihan untuk mengatasinya, tetapi negara-negara lain juga harus mempertimbangkannya. Itu akan merugikan ekonomi negara-negara lain jauh lebih parah daripada ekonomi kami," paparnya.
Rubio mengatakan langkah untuk menutup selat itu akan menjadi eskalasi besar-besaran yang akan membutuhkan tanggapan dari AS dan negara-negara lain.
Kedutaan Besar China di Washington tidak segera memberikan komentar.
Selat Hormuz terletak di antara Oman dan Iran dan merupakan rute ekspor utama bagi produsen-produsen Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait.
Sekitar 20% dari konsumsi minyak harian dunia—sekitar 18 juta barel—melewati Selat Hormuz, yang lebarnya hanya sekitar 33 km (21 mil) pada titik tersempitnya.
(mas)
Lihat Juga :