Beberapa Pesawat China Diam-diam Terbang ke Iran, Bantu Perang Melawan Israel?
Minggu, 22 Juni 2025 - 13:41 WIB
loading...
A
A
A
Maskapai utama yang terlibat, maskapai kargo yang berbasis di Luksemburg, Cargolux, telah membantah tuduhan yang mengaitkan pesawatnya dengan serangkaian penerbangan Boeing 747 yang mencurigakan dari China ke Iran, yang dilaporkan menghilang dari radar di dekat wilayah udara Iran.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di situs web resminya dan halaman Facebook pada hari Minggu, Cargolux mengklarifikasi: "Tidak ada penerbangannya yang menggunakan wilayah udara Iran."
Maskapai tersebut menekankan bahwa operasinya sepenuhnya transparan dan bergantung pada sistem pelacakan canggih untuk memastikan pemantauan realtime.
"Sistem pelacakan penerbangan kami menyediakan data realtime, yang mengonfirmasi bahwa tidak ada penerbangan yang memasuki wilayah udara Iran. Klaim apa pun yang bertentangan sama sekali tidak berdasar," kata perusahaan itu.
Presiden China Xi Jinping mendesak lebih banyak upaya diplomatik untuk meredakan konflik antara Israel dan Iran dalam panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis lalu, menurut laporan kantor berita Xinhua.
Xi, tanpa menyebut nama Amerika Serikat, mengatakan negara-negara besar dengan pengaruh khusus di kawasan tersebut harus meningkatkan upaya diplomatik untuk mendinginkan situasi, menekankan peran Israel dalam mewujudkan gencatan senjata.
Perang Iran-Israel pecah sejak 13 Juni lalu, dimulai dengan agresi udara militer Zionis yang menargetkan situs-situs militer dan nuklir Iran. Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan gelombang serangan rudal ke Israel.
Perang udara itu semakin memanas dengan intervensi sekutu utama Israel, Amerika Serikat.
Amerika resmi menyerang Iran dengan membombardir tiga situs nuklir negara Islam tersebut pada Minggu (22/6/2025) WIB.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di situs web resminya dan halaman Facebook pada hari Minggu, Cargolux mengklarifikasi: "Tidak ada penerbangannya yang menggunakan wilayah udara Iran."
Maskapai tersebut menekankan bahwa operasinya sepenuhnya transparan dan bergantung pada sistem pelacakan canggih untuk memastikan pemantauan realtime.
"Sistem pelacakan penerbangan kami menyediakan data realtime, yang mengonfirmasi bahwa tidak ada penerbangan yang memasuki wilayah udara Iran. Klaim apa pun yang bertentangan sama sekali tidak berdasar," kata perusahaan itu.
Presiden China Xi Jinping mendesak lebih banyak upaya diplomatik untuk meredakan konflik antara Israel dan Iran dalam panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis lalu, menurut laporan kantor berita Xinhua.
Xi, tanpa menyebut nama Amerika Serikat, mengatakan negara-negara besar dengan pengaruh khusus di kawasan tersebut harus meningkatkan upaya diplomatik untuk mendinginkan situasi, menekankan peran Israel dalam mewujudkan gencatan senjata.
Perang Iran-Israel pecah sejak 13 Juni lalu, dimulai dengan agresi udara militer Zionis yang menargetkan situs-situs militer dan nuklir Iran. Teheran kemudian membalas dengan meluncurkan gelombang serangan rudal ke Israel.
Perang udara itu semakin memanas dengan intervensi sekutu utama Israel, Amerika Serikat.
Amerika resmi menyerang Iran dengan membombardir tiga situs nuklir negara Islam tersebut pada Minggu (22/6/2025) WIB.
Lihat Juga :