AS Serang Iran, Ini Reaksi Dunia

Minggu, 22 Juni 2025 - 11:38 WIB
loading...
AS Serang Iran, Ini...
Para pemimpin dunia bereaksi lamban atas serangan AS terhadap Iran. Foto/Iran International
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) resmi menyerang Iran dengan membombardir tiga situs nuklir negara Islam tersebut, Minggu (22/6/2025). Reaksi para pemimpin dunia bermunculan meski lamban.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan AS telah melakukan serangan yang sangat berhasil terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, yakni situs Natanz, Isfahan, dan Fordow.

"Ini adalah momen bersejarah bagi AS, Israel, dan dunia. Iran sekarang harus setuju untuk mengakhiri perang ini," tulis Trump di Truth Social.

Baca Juga: AS Akhirnya Gabung Israel Keroyok Iran

Reaksi Dunia atas Serangan AS Terhadap Iran

1. Israel


Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji serangan AS.

"Keputusan berani Trump akan mengubah sejarah," katanya. "Presiden Trump dan saya sering mengatakan: 'Perdamaian melalui kekuatan'. Pertama datang kekuatan, kemudian datang perdamaian. Dan malam ini, Donald Trump dan Amerika Serikat bertindak dengan sangat kuat," ujarnya.

2. PBB


Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa serangan AS terhadap Iran merupakan eskalasi yang berbahaya di wilayah yang sudah tidak stabil, yang menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan global.

"Ada risiko yang semakin besar bahwa konflik ini dapat dengan cepat lepas kendali–dengan konsekuensi yang sangat buruk bagi warga sipil, kawasan, dan dunia," kata Guterres dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Reuters.

"Pada saat yang berbahaya ini, sangat penting untuk menghindari kekacauan yang terus berlanjut. Tidak ada solusi militer. Satu-satunya jalan ke depan adalah diplomasi. Satu-satunya harapan adalah perdamaian," katanya.

"Kami mengutuk keras pengeboman AS terhadap fasilitas nuklir Iran, yang merupakan eskalasi berbahaya dari konflik di Timur Tengah. Agresi tersebut secara serius melanggar Piagam PBB dan hukum internasional serta menjerumuskan manusia ke dalam krisis dengan konsekuensi yang tidak dapat diubah."

3. Venezuela


Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil mengutuk serangan tersebut dalam sebuah pesan di Telegram.

"Venezuela mengecam agresi militer AS terhadap Iran dan menuntut penghentian permusuhan segera. Republik Bolivarian Venezuela dengan tegas dan tegas mengutuk pengeboman yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat, atas permintaan Negara Israel, terhadap fasilitas nuklir di Republik Islam Iran, termasuk kompleks Fordow, Natanz, dan Isfahan," katanya.

4. Kuba


Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel juga mengutuk serangan tersebut di platform media sosial X, dengan mengatakan: “Kami mengutuk keras pengeboman AS terhadap fasilitas nuklir Iran, yang merupakan eskalasi berbahaya dari konflik di Timur Tengah. Agresi tersebut secara serius melanggar Piagam PBB dan hukum internasional dan menjerumuskan umat manusia ke dalam krisis dengan konsekuensi yang tidak dapat diubah.”

5. Meksiko


Kementerian Luar Negeri Meksiko menyerukan dialog diplomatik.

"Kementerian mendesak untuk mengadakan dialog diplomatik demi perdamaian antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik Timur Tengah. Sesuai dengan prinsip-prinsip konstitusional kebijakan luar negeri dan keyakinan pasifis negara kami, kami tegaskan kembali seruan kami untuk meredakan ketegangan di kawasan tersebut. Pemulihan koeksistensi damai di antara negara-negara di kawasan tersebut merupakan prioritas tertinggi," tulis kementerian tersebut.

6. Hamas


Hamas mengatakan serangan AS menguntungkan Israel, bersumpah untuk bersolidaritas dengan Iran.

"Gerakan Perlawanan Islam mengutuk dengan keras agresi Amerika yang terang-terangan," kata Hamas.

"Agresi brutal ini merupakan eskalasi yang berbahaya, pengejaran buta terhadap agenda pendudukan Zionis yang nakal," ujar kelompok tersebut.

"Kami menganggapnya sebagai contoh mencolok dari kebijakan memaksakan hegemoni melalui logika kekerasan, agresi yang berdasarkan hukum rimba," imbuh Hamas dalam sebuah pernyataan.

"Kami menegaskan solidaritas kami dengan saudara-saudara kami di Republik Islam, baik pemimpin maupun rakyat, dan keyakinan penuh kami pada kemampuan Iran untuk mempertahankan kedaulatannya dan kepentingan rakyatnya, serta untuk menghadapi agresi ini."

7. Houthi Yaman


Kelompok Houthi Yaman langsung mengancam AS sebagai pembelaan pada Iran.

"Washington harus menanggung akibatnya," kata Hezam al-Assad, anggota Biro Politik Houthi.

Hingga berita ini dipublikasikan, banyak negara belum bersikap, termasuk negara-negara Arab yang berdekatan dengan Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved