Putin: Iran Tak Minta Bantuan Rusia dalam Perang Melawan Israel

Kamis, 19 Juni 2025 - 07:42 WIB
loading...
Putin: Iran Tak Minta...
Gumpalan asap membumbung tinggi di Teheran, Iran, setelah serangan udara Israel. Iran tak minta bantuan militer Rusia dalam perang melawan Israel. Foto/Iran International
A A A
TEHERAN - Iran tidak meminta bantuan militer kepada sekutunya; Rusia, di tengah meningkatnya perang udara melawan Israel. Demikian disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Kamis (19/6/2025).

"Teman-teman Iran kami tidak bertanya kepada kami tentang hal ini," kata Putin menanggapi pertanyaan dari seorang reporter AFP pada konferensi pers yang disiarkan televisi di Saint Petersburg.

Ledakan terdengar di utara dan timur Ibu Kota Iran, Teheran, pada hari Rabu saat militer Israel mengatakan pihaknya menyerang target militer pada hari keenam perang udara antara kedua negara.

Baca Juga: Iran Tembakkan Rudal Sejjil ke Israel: Gerbang Neraka Akan Terbuka untuk Zionis!

Rekaman video yang dibagikan secara daring menunjukkan asap mengepul dari area yang menjadi target di Teheran.

Kelompok Human Rights Activists yang bermarkas di Washington mengatakan serangan Israel di Iran telah menewaskan sedikitnya 585 orang dan melukai 1.326 lainnya. Sementara Israel mengatakan puluhan orang telah tewas dan ratusan lainnya terluka dalam serangan balasan Iran.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah meminta Iran untuk menyerah tanpa syarat dan mengisyaratkan bahwa Amerika akan menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

"Khamenei adalah target yang mudah," tulis Trump di akun Truth Social.

"Kami tidak akan menghabisinya—setidaknya untuk saat ini," lanjut Trump. "Iran harus menyerah, AS memiliki kendali penuh dan total atas langit di atas Iran," imbuh dia.

Khamenei langsung merespons seruan Trump. "Mereka yang memiliki kebijaksanaan yang mengetahui Iran dan sejarahnya tidak pernah berbicara kepada negara ini dalam bahasa ancaman," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Rabu.

"Iran bukanlah negara yang akan menyerah. Setiap jenis masuknya militer oleh AS niscaya akan disertai dengan kerusakan yang tidak dapat dikompensasi," lanjut Khamenei.

Khamenei juga menggambarkan ultimatum Trump untuk "penyerahan tanpa syarat" Iran sebagai hal yang tidak dapat diterima. "Republik Islam Iran tidak akan menerima perdamaian yang dipaksakan," ujarnya.

"Presiden AS mengancam kita. Dengan retorikanya yang tidak masuk akal, dia menuntut agar rakyat Iran menyerah kepadanya. Mereka seharusnya membuat ancaman terhadap mereka yang takut diancam. Bangsa Iran tidak takut dengan ancaman seperti itu," kata Khamenei.

Israel mulai melancarkan serangan terhadap Iran Jumat lalu, dengan mengeklaim Teheran hampir menyelesaikan pembuatan bom nuklir. Iran menepis tuduhan tersebut dan membalas dengan gelombang serangan pesawat nirawak dan rudal terhadap negara Yahudi tersebut.

Serangan Israel telah dikecam oleh sejumlah negara, termasuk Rusia, yang telah menggambarkan serangan terhadap infrastruktur nuklir Iran sebagai "ilegal" dan memperingatkan bahwa serangan tersebut dapat memicu "bencana nuklir".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Selama 90 Menit di Los...
Selama 90 Menit di Los Angeles, Iran Akhirnya Rasakan Euforia Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Pesawat Pengebom B-52...
Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh hingga Meledak Dahsyat, 8 Orang Tewas
Rekomendasi
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Berita Terkini
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved