Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Israel yang Keempat
Selasa, 17 Juni 2025 - 09:21 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF), seperti dikutip Times of Israel, Selasa (17/6/2025), mengatakan tidak mengetahui insiden penembakan jet tempur F-35 Zionis oleh sistem pertahanan udara Iran.
Israel telah menolak klaim sebelumnya tentang penembakan tiga jet tempur F-35 Zionis oleh Iran sebagai "berita palsu".
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melancarkan serangan pedas terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menjulukinya sebagai "penjahat perang".
Araghchi menuduh Israel memanipulasi politik global, dengan mengatakan: "Selama tiga dekade terakhir, Israel telah menipu presiden Amerika Serikat agar berperang."
"Jika Presiden [Donald] Trump sungguh-sungguh dalam diplomasi dan ingin menghentikan perang ini, langkah selanjutnya akan sangat penting," kata Araqchi di X.
"Israel harus menghentikan agresinya, dan jika agresi militer terhadap kami tidak dihentikan sepenuhnya, tanggapan kami akan terus berlanjut. Hanya perlu satu panggilan telepon dari Washington untuk membungkam seseorang seperti Netanyahu. Itu mungkin membuka jalan bagi kembalinya diplomasi," katanya.
Israel telah menolak klaim sebelumnya tentang penembakan tiga jet tempur F-35 Zionis oleh Iran sebagai "berita palsu".
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melancarkan serangan pedas terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menjulukinya sebagai "penjahat perang".
Araghchi menuduh Israel memanipulasi politik global, dengan mengatakan: "Selama tiga dekade terakhir, Israel telah menipu presiden Amerika Serikat agar berperang."
"Jika Presiden [Donald] Trump sungguh-sungguh dalam diplomasi dan ingin menghentikan perang ini, langkah selanjutnya akan sangat penting," kata Araqchi di X.
"Israel harus menghentikan agresinya, dan jika agresi militer terhadap kami tidak dihentikan sepenuhnya, tanggapan kami akan terus berlanjut. Hanya perlu satu panggilan telepon dari Washington untuk membungkam seseorang seperti Netanyahu. Itu mungkin membuka jalan bagi kembalinya diplomasi," katanya.
Lihat Juga :