Bagaimana AS Membantu Israel dalam Perang dengan Iran?

Minggu, 15 Juni 2025 - 03:30 WIB
loading...
Bagaimana AS Membantu...
AS menerjunkan banyak kapal perang untuk membantu Israel dalam perang melawan Iran. Foto/X/@Craft8431
A A A
TEHERAN - Militer AS membantu menembak jatuh rudal Iran yang ditembakkan ke Israel dan memindahkan aset lebih dekat ke Mediterania Timur untuk mengantisipasi serangan rudal balistik.

Pejabat mengatakan pertahanan udara dari Angkatan Laut dan Angkatan Darat digunakan untuk menjatuhkan rudal Iran. Seorang pejabat AS sebelumnya mengatakan kepada Al Arabiya English bahwa militer telah mulai memindahkan aset tertentu, termasuk kapal perusak, lebih dekat ke Israel menjelang pembalasan Iran yang diantisipasi.

Bagaimana AS Membantu Israel dalam Perang dengan Iran?

1. AS Memprioritas Kepentingannya di Timur Tengah

Menteri Energi Chris Wright mengatakan bahwa ia memantau serangan antara Israel dan Iran dan dampak potensialnya terhadap pasokan energi global. "Untungnya, agenda dominasi energi Presiden Trump telah memperkuat keamanan energi Amerika Serikat dan sekutu-sekutu kami," kata Wright dalam sebuah posting di X, dilansir Al Arabiya.

Meskipun AS dengan keras membantah terlibat dalam rentetan serangan Israel terhadap Iran pada hari Kamis, mereka memperingatkan Teheran untuk tidak menargetkan kepentingan atau personel AS setelahnya.

"Kami tidak terlibat dalam serangan terhadap Iran dan prioritas utama kami adalah melindungi pasukan Amerika di kawasan tersebut," kata diplomat tinggi AS Marco Rubio pada Kamis malam.

"Israel memberi tahu kami bahwa mereka yakin tindakan ini diperlukan untuk membela diri. Presiden Trump dan Pemerintah telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi pasukan kami dan tetap berhubungan erat dengan mitra-mitra regional kami. Izinkan saya tegaskan: Iran tidak boleh menargetkan kepentingan atau personel AS."

Baca Juga: Berapa Lama Persiapan Berapa Lama Israel Menyerang Program Nuklir Iran?

2. AS Menyakinkan Arab Saudi dan Qatar

Trump mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih pada hari Jumat dan melakukan panggilan telepon dengan beberapa pemimpin dunia, termasuk Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan emir Qatar.

Jumat pagi, Trump mengatakan ia memberi Iran ultimatum 60 hari untuk membuat kesepakatan. "Mereka seharusnya melakukannya! Hari ini adalah hari ke-61. Saya memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan, tetapi mereka tidak bisa melakukannya. Sekarang mereka mungkin punya kesempatan kedua!" katanya dalam sebuah posting di platform Truth Social miliknya. Trump juga berbicara kepada beberapa wartawan melalui telepon dan mengatakan AS sepenuhnya mengetahui rencana Israel sebelumnya.

3. Milisi Pro-Iran Bersiap Menyerang Pangkalan Militer AS

Pada hari Rabu, pemerintah AS memerintahkan keberangkatan staf dari kedutaannya di Irak sementara Pentagon mengizinkan keberangkatan sukarela tanggungan militer dari Timur Tengah.

Pejabat AS mengatakan mereka memiliki informasi tentang milisi yang didukung Iran di Irak dan bagian lain wilayah tersebut yang bersiap untuk menyerang kepentingan AS di wilayah tersebut setelah negosiasi yang macet mengenai kesepakatan nuklir baru antara Washington dan Teheran.

Menteri pertahanan Iran mengatakan bahwa negaranya akan menyerang pangkalan AS jika perundingan nuklir gagal, yang akan menyebabkan perang.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Masuki Tahun Baru 1448...
Masuki Tahun Baru 1448 H, Arab Saudi Ganti Kain Kiswah Kakbah
Rekomendasi
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Berita Terkini
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved