41 Tentara Israel Menolak Dinas Militer: 'Perang Gaza Hanya untuk Kelangsungan Hidup Politik Netanyahu'

Kamis, 12 Juni 2025 - 08:20 WIB
loading...
41 Tentara Israel Menolak...
Sebanyak 41 tentara Israel menolak melanjutkan dinas militer. Mereka sebut perang Gaza hanya untuk kelangsungan hidup politik PM Benjamin Netanyahu. Foto/IDF
A A A
TEL AVIV - Sebanyak 41 tentara Israel mengumumkan bahwa mereka tidak akan melanjutkan dinas militer mereka. Menurut mereka, perang yang sedang berlangsung di Gaza hanya untuk melindungi kelangsungan hidup politik Perdana Menteri Benjamin Netanyahu daripada untuk mengamankan negara Israel atau menyelamatkan para sandera.

Para prajurit tersebut, yang berasal dari unit intelijen dan perang siber Israel, mengirim surat yang telah ditandatangani kepada Netanyahu, Menteri Pertahanan Israel Katz, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir, dan anggota Kabinet lainnya yang menyatakan penolakan mereka untuk dinas militer.

Mengutip laporan dari Yedioth Ahronoth, Kamis (12/6/2025), para penandatangan menulis di bawah judul "Prajurit untuk Para Sandera" bahwa kampanye militer baru di Gaza bukanlah "keputusan keamanan, tetapi keputusan politik."

Baca Juga: Rp4 Triliun Per Hari, Inilah Biaya Perang Israel yang Mengejutkan Dunia

Mereka mengkritik keputusan untuk memperluas operasi militer di Jalur Gaza, dengan menegaskan: "Tujuannya adalah untuk mempertahankan koalisi yang berkuasa, bukan melindungi warga negara Israel."

Para prajurit mengatakan mereka tidak akan berpartisipasi dalam "perang bertahan hidup Netanyahu."

Beberapa dari mereka berjanji untuk mengumumkan penolakan dinas militer tersebut, sementara yang lain berjanji untuk menggunakan bentuk protes yang lebih tenang dan "wilayah abu-abu".

Zamir memerintahkan militer pada awal Juni untuk memperluas serangan darat yang sedang berlangsung di Jalur Gaza untuk mencakup wilayah tambahan di utara dan selatan, di tengah krisis kemanusiaan yang memburuk di wilayah yang terkepung tersebut.

Militer Israel mengeklaim bahwa tujuan dari serangan yang diperluas tersebut adalah untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan para sandera pulang dan mengalahkan Hamas secara telak.

Israel memperkirakan bahwa 56 sandera masih berada di Gaza, termasuk 20 orang yang diyakini masih hidup. Sementara itu, lebih dari 10.100 warga Palestina ditahan di penjara-penjara Israel dalam kondisi yang buruk, termasuk penyiksaan, kelaparan, dan pengabaian medis, menurut kelompok-kelompok hak asasi Palestina dan Israel.

Hamas telah berulang kali menawarkan untuk membebaskan semua sandera Israel dengan imbalan diakhirinya perang, penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza, dan pembebasan tahanan Palestina.

Namun, Netanyahu telah menolak persyaratan tersebut, bersikeras pada pelucutan senjata faksi-faksi perlawanan Palestina dan mendorong kontrol baru atas Gaza.

Kubu oposisi Israel dan keluarga para sandera menuduh Netanyahu memperpanjang perang untuk menenangkan mitra koalisi sayap kanannya dan mempertahankan kekuasaan.

Militer Israel, yang menolak seruan internasional untuk gencatan senjata, telah melancarkan serangan brutal terhadap Gaza sejak Oktober 2023, menewaskan hampir 55.000 warga Palestina, sebagian besar dari mereka adalah wanita dan anak-anak.

Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Pengadilan Internasional (ICJ) atas kejahatan perangnya terhadap warga sipil di daerah kantong tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Pilu! Induk Gajah Tolak...
Pilu! Induk Gajah Tolak Tinggalkan Anaknya yang Mati Ditabrak Mobil di Jalanan
Rekomendasi
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Kampus Pertama Kunjungi Cikeas Art Gallery, Mahasiswa DKV Pelajari Masterpiece SBY
Berita Terkini
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved