Los Angeles Dilanda Kerusuhan: Mobil-mobil Dibakar, Ribuan Demonstran Hadapi Tentara Garda Nasional

Senin, 09 Juni 2025 - 11:09 WIB
loading...
A A A
Trump mengatakan pasukan Garda Nasional diperlukan karena Newsom dan politisi Partai Demokrat lainnya gagal menghentikan protes baru-baru ini yang menargetkan agen imigrasi.

Pengerahan Garda Nasional Federal tampaknya menjadi pertama kalinya dalam beberapa dekade bahwa Garda Nasional negara bagian diaktifkan tanpa permintaan dari gubernurnya, sebuah eskalasi signifikan terhadap mereka yang berusaha menghalangi upaya deportasi massal pemerintah.

Kedatangan pasukan Garda Nasional menyusul protes selama dua hari yang dimulai pada hari Jumat di pusat kota Los Angeles sebelum menyebar pada hari Sabtu ke Paramount, kota yang dihuni banyak orang Latin di selatan kota, dan Compton di dekatnya.

Saat agen federal menyiapkan area persiapan pada hari Sabtu di dekat Home Depot di Paramount, para demonstran berusaha menghalangi kendaraan Patroli Perbatasan, dengan beberapa orang melemparkan batu dan bongkahan semen.

Sebagai tanggapan, para agen dengan perlengkapan antihuru-hara melepaskan gas air mata, bahan peledak flash-bang, dan bola merica.

Ketegangan meningkat setelah serangkaian penyisiran oleh otoritas imigrasi pada hari sebelumnya, karena jumlah penangkapan imigran selama seminggu di kota itu meningkat di atas 100. Seorang pemimpin serikat pekerja terkemuka ditangkap saat berunjuk rasa dan dituduh menghalangi penegakan hukum.

Protes baru-baru ini tetap jauh lebih kecil daripada peristiwa-peristiwa sebelumnya yang telah membawa Garda Nasional ke Los Angeles, termasuk kerusuhan Watts dan Rodney King, dan protes tahun 2020 terhadap kekerasan polisi, di mana Newsom meminta bantuan pasukan federal.

Terakhir kali Garda Nasional diaktifkan tanpa izin gubernur adalah pada tahun 1965, ketika Presiden Lyndon B. Johnson mengirim pasukan untuk melindungi pawai hak-hak sipil di Alabama, menurut Brennan Center for Justice.

Dalam arahannya pada hari Sabtu, Trump menerapkan ketentuan hukum yang memungkinkannya untuk mengerahkan anggota layanan federal ketika ada pemberontakan atau bahaya pemberontakan terhadap otoritas Pemerintah Amerika Serikat.

Dia mengatakan telah mengizinkan pengerahan 2.000 anggota Garda Nasional.

Trump mengatakan kepada wartawan saat dia bersiap menaiki Air Force One di Morristown, New Jersey, hari Minggu bahwa ada "orang-orang yang kejam" di Los Angeles "dan mereka tidak akan lolos begitu saja."

Ketika ditanya apakah dia berencana untuk mengirim pasukan AS ke Los Angeles, Trump menjawab: "Kami akan mengerahkan pasukan di mana-mana. Kami tidak akan membiarkan ini terjadi di negara kami. Kami tidak akan membiarkan negara kami terkoyak seperti di bawah Biden."

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut. Trump juga mengatakan bahwa pejabat California yang menghalangi deportasi dapat menghadapi tuntutan.

Seorang hakim Wisconsin ditangkap bulan lalu atas tuduhan membantu seorang pria menghindari otoritas imigrasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Cawe-cawe Trump Disebut...
Cawe-cawe Trump Disebut Biang Kerok Kegagalan Timnas AS di Piala Dunia 2026
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Spanyol Selidiki Kepala...
Spanyol Selidiki Kepala Staf Militer Israel terkait Penangkapan Aktivis Global Flotilla
Rekomendasi
Prabowo Panggil Menhan,...
Prabowo Panggil Menhan, Kapolri, hingga Jaksa Agung di Istana Malam Ini, Ada Apa?
Ketum DPP Rekat Indonesia...
Ketum DPP Rekat Indonesia Dukung Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat Korupsi
Setkab Dokumentasikan...
Setkab Dokumentasikan Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Sinjai
Berita Terkini
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Infografis
Trump: Kebakaran Los...
Trump: Kebakaran Los Angeles Lebih Parah dari Serangan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved