Assad Lengser, AS Akan Hapus Suriah dari Daftar Negara Nakal

Minggu, 08 Juni 2025 - 13:52 WIB
loading...
Assad Lengser, AS Akan...
Pemerintah Amerika Serikat akan menghapus Suriah dari daftar negara-negara nakal. Foto/Anadolu
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menghapus Suriah dari daftar lama yang disebut "negara-negara nakal". Negara Arab itu juga akan dihapus dari daftar negara sponsor terorisme.

Langkah AS itu diambil setelah rezim Bashar al-Assad lengser akhir tahun 2024 dan Suriah memiliki pemerintahan baru.

Komite Hubungan Luar Negeri Senat Amerika pada pekan lalu menyetujui keputusan bipartisan untuk tidak lagi memasukkan Suriah sebagai "negara nakal", sebagaimana yang selama ini tercantum dalam daftar resmi yang pengelolaannya di bawah National Institute for Middle East and North Afric (Institut Nasional untuk Timur Tengah dan Afrika Utara).

Baca Juga: Tak Hanya Lunasi Utang, Arab Saudi dan Qatar Juga Akan Bayar Gaji PNS Suriah

Daftar tersebut, yang telah digunakan oleh AS selama hampir tiga dekade, menargetkan negara-negara yang dituduh memusuhi kepentingan Amerika, mendukung terorisme, mengejar senjata pemusnah massal, atau pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Senator Demokrat Jeanne Shaheen, anggota senior komite, mengumumkan keputusan tersebut, dengan mengatakan: "Saya senang melihat komite mengadopsi amandemen saya untuk menghapus Suriah dari daftar 'negara nakal' Institut Nasional untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, yang mencakup Iran, Rusia, dan Korea Utara."

Dalam sebuah posting di platform X, dia menambahkan: "Suriah harus terus menjauhkan diri dari afiliasi masa lalunya dan bergerak menuju demokrasi, stabilitas, dan keamanan."

Daftar tersebut saat ini mencakup negara-negara seperti Rusia, Korea Utara, Iran, Kuba, dan Venezuela, dan sebelumnya mencakup Irak, Libya, dan Sudan. Berdasarkan penetapan tersebut, pemerintah AS dilarang bekerja sama dengan negara-negara yang terdaftar di beragai bidang seperti energi nuklir sipil.

Dalam perkembangan paralel, utusan AS untuk Turki dan Suriah Tom Barrack mengumumkan bahwa Presiden Donald Trump bermaksud untuk segera menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme.

Barrack menyampaikan pernyataan tersebut saat berkunjung ke Damaskus pada 29 Mei, saat dia mengadakan pertemuan dengan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa dan Menteri Luar Negeri As'ad Al-Shibani.

"Tujuan utama pemerintahan AS adalah untuk memberdayakan pemerintahan saat ini di Damaskus," kata Barrack, yang menandakan perubahan signifikan dalam kebijakan Amerika setelah bertahun-tahun mengalami isolasi diplomatik dan sanksi, sebagaimana dikutip dari The New Arab, Minggu (8/6/2025).

Selama kunjungan tersebut, Barrack dan pejabat Suriah dilaporkan membahas berbagai masalah termasuk sanksi AS dan masa depan hubungan Suriah-Amerika.

Dalam beberapa minggu terakhir, pemerintahan Trump telah mengambil beberapa langkah untuk mendukung kepemimpinan baru Suriah. Yang paling menonjol, Presiden Trump mengumumkan dari Arab Saudi pada 13 Mei bahwa AS akan mencabut sanksi terhadap Suriah dalam upaya membantu pemulihan negara tersebut dan mendukung upaya stabilisasi.

Selain itu, dalam beberapa hari mendatang, delegasi militer AS tingkat tinggi akan melakukan perjalanan ke Suriah untuk meresmikan kehadiran militer AS di negara tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Sinopsis The Last Girl...
Sinopsis The Last Girl on the Trafficking List di V+Short, Kisah Olive Terjebak Sindikat Berbahaya
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Republik Ceko 2026
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved