Rusia Ingin Caplok Setengah Wilayah Ukraina pada 2026, Apa Sebenarnya Maunya Putin?
Minggu, 08 Juni 2025 - 12:37 WIB
loading...
A
A
A
Namun, dapatkah Rusia menguasai Sungai Dnipro pada tahun 2026? Menurut analisis terperinci oleh Institut Studi Perang (ISW), mengingat laju kemajuan pasukan Rusia saat ini di wilayah timur, hal ini sangat tidak mungkin.
“Pasukan Rusia tidak mungkin mencapai keberhasilan sebesar itu dalam jangka waktu yang sesingkat itu,” kata ISW.
ISW membuat kesimpulan ini mengingat kemampuan ofensif Rusia saat ini dan dengan asumsi bahwa aliran bantuan militer Barat ke Ukraina akan terus berlanjut.
“Masih belum jelas atas dasar apa militer Rusia dapat merebut sisa Oblast Donetsk dalam tiga bulan ke depan atau bahkan maju sejauh 50 hingga 80 kilometer dari garis depan Rusia saat ini ke batas administratif Oblast Donetsk. Pasukan Rusia telah menghabiskan 15 bulan terakhir untuk maju sejauh antara 30 dan 50 kilometer dari pinggiran Avdiivka ke posisi mereka saat ini di timur laut dan barat daya Pokrovsk, laju kemajuan yang jauh lebih lambat daripada yang diperlukan untuk merebut seluruh Oblast Donetsk pada tanggal 1 September,” katanya.
Untuk mencapai Sungai Dnipro, Rusia juga harus bertempur melewati kota-kota yang dijaga ketat seperti Kostyantynivka, Kramatorsk, dan Slovyansk.
Terakhir kali Rusia terlibat dalam peperangan kota dengan intensitas seperti ini adalah selama penyerangan di Bakhmut, yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa dari pihak Rusia.
“Serangkaian serangan Rusia yang intensif dan serentak ke wilayah utara Chernihiv, Sumy, dan Kharkiv akan menyebarkan personel dan material Rusia di sepanjang garis depan sepanjang seribu kilometer dan kemungkinan akan memperburuk kendala yang ada," imbuh ISW.
“Tujuan yang dinyatakan oleh komando militer Rusia untuk tahun 2026 jauh melampaui tuntutan teritorial formal Rusia dan bertujuan untuk merebut sebagian besar wilayah Ukraina tengah dan sebagian besar wilayah Ukraina selatan dan timur."
“Peta Palisa menunjukkan bahwa pasukan Rusia bermaksud untuk merebut seluruh wilayah Ukraina di tepi timur (kiri) Sungai Dnipro, yang mencakup sisa wilayah Zaporizhzhia yang tidak diduduki, dan seluruh wilayah Chernihiv, Sumy, Kharkiv, dan Poltava; dan setengah wilayah Kyiv dan Dnipropetrovsk. Peta Palisa menunjukkan bahwa pasukan Rusia juga bermaksud untuk merebut sebagian wilayah Ukraina selatan di sebelah barat Sungai Dnipro, termasuk sebagian besar wilayah Odesa dan Mykolaiv," papar ISW.
“Pasukan Rusia harus merebut sembilan ibu kota oblast yang saat ini tidak diduduki—kota Zaporizhzhia, Odesa, Mykolaiv, Odesa, Dnipro, Kharkiv, Sumy, Chernihiv, dan Poltava—dengan perkiraan populasi sebelum perang lebih dari 5,6 juta orang. Rusia belum merebut ibu kota oblast sejak Maret 2022, ketika pasukan Rusia merebut Kota Kherson dan kemudian kehilangannya delapan bulan kemudian,” imbuh penilaian ISW.
Tujuan Putin untuk mencapai Sungai Dnipro bergantung pada asumsi bahwa pada tahap tertentu, dukungan Barat untuk Kyiv akan runtuh. Namun, jika Barat terus mendukung Ukraina dengan bantuan militer dan ekonomi, maka Moskow tidak akan dapat mencapai tujuannya pada akhir tahun 2026.
“Satu-satunya harapan nyata Rusia untuk memenangkan perangnya di Ukraina adalah meyakinkan Barat untuk meninggalkan Ukraina, dan karena itu Putin berusaha untuk mencegah pasokan bantuan militer Barat di masa mendatang ke Ukraina," kata ISW.
"Namun, Rusia sangat tidak mungkin merebut setengah wilayah Ukraina jika koalisi internasional terus mendukung Ukraina," pungkas ISW.
“Pasukan Rusia tidak mungkin mencapai keberhasilan sebesar itu dalam jangka waktu yang sesingkat itu,” kata ISW.
ISW membuat kesimpulan ini mengingat kemampuan ofensif Rusia saat ini dan dengan asumsi bahwa aliran bantuan militer Barat ke Ukraina akan terus berlanjut.
“Masih belum jelas atas dasar apa militer Rusia dapat merebut sisa Oblast Donetsk dalam tiga bulan ke depan atau bahkan maju sejauh 50 hingga 80 kilometer dari garis depan Rusia saat ini ke batas administratif Oblast Donetsk. Pasukan Rusia telah menghabiskan 15 bulan terakhir untuk maju sejauh antara 30 dan 50 kilometer dari pinggiran Avdiivka ke posisi mereka saat ini di timur laut dan barat daya Pokrovsk, laju kemajuan yang jauh lebih lambat daripada yang diperlukan untuk merebut seluruh Oblast Donetsk pada tanggal 1 September,” katanya.
Untuk mencapai Sungai Dnipro, Rusia juga harus bertempur melewati kota-kota yang dijaga ketat seperti Kostyantynivka, Kramatorsk, dan Slovyansk.
Terakhir kali Rusia terlibat dalam peperangan kota dengan intensitas seperti ini adalah selama penyerangan di Bakhmut, yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa dari pihak Rusia.
“Serangkaian serangan Rusia yang intensif dan serentak ke wilayah utara Chernihiv, Sumy, dan Kharkiv akan menyebarkan personel dan material Rusia di sepanjang garis depan sepanjang seribu kilometer dan kemungkinan akan memperburuk kendala yang ada," imbuh ISW.
“Tujuan yang dinyatakan oleh komando militer Rusia untuk tahun 2026 jauh melampaui tuntutan teritorial formal Rusia dan bertujuan untuk merebut sebagian besar wilayah Ukraina tengah dan sebagian besar wilayah Ukraina selatan dan timur."
“Peta Palisa menunjukkan bahwa pasukan Rusia bermaksud untuk merebut seluruh wilayah Ukraina di tepi timur (kiri) Sungai Dnipro, yang mencakup sisa wilayah Zaporizhzhia yang tidak diduduki, dan seluruh wilayah Chernihiv, Sumy, Kharkiv, dan Poltava; dan setengah wilayah Kyiv dan Dnipropetrovsk. Peta Palisa menunjukkan bahwa pasukan Rusia juga bermaksud untuk merebut sebagian wilayah Ukraina selatan di sebelah barat Sungai Dnipro, termasuk sebagian besar wilayah Odesa dan Mykolaiv," papar ISW.
“Pasukan Rusia harus merebut sembilan ibu kota oblast yang saat ini tidak diduduki—kota Zaporizhzhia, Odesa, Mykolaiv, Odesa, Dnipro, Kharkiv, Sumy, Chernihiv, dan Poltava—dengan perkiraan populasi sebelum perang lebih dari 5,6 juta orang. Rusia belum merebut ibu kota oblast sejak Maret 2022, ketika pasukan Rusia merebut Kota Kherson dan kemudian kehilangannya delapan bulan kemudian,” imbuh penilaian ISW.
Tujuan Putin untuk mencapai Sungai Dnipro bergantung pada asumsi bahwa pada tahap tertentu, dukungan Barat untuk Kyiv akan runtuh. Namun, jika Barat terus mendukung Ukraina dengan bantuan militer dan ekonomi, maka Moskow tidak akan dapat mencapai tujuannya pada akhir tahun 2026.
“Satu-satunya harapan nyata Rusia untuk memenangkan perangnya di Ukraina adalah meyakinkan Barat untuk meninggalkan Ukraina, dan karena itu Putin berusaha untuk mencegah pasokan bantuan militer Barat di masa mendatang ke Ukraina," kata ISW.
"Namun, Rusia sangat tidak mungkin merebut setengah wilayah Ukraina jika koalisi internasional terus mendukung Ukraina," pungkas ISW.
(mas)
Lihat Juga :