AS Jatuhkan Sanksi kepada 4 Hakim ICC karena Targetkan Israel

Jum'at, 06 Juni 2025 - 08:10 WIB
loading...
AS Jatuhkan Sanksi kepada...
AS jatuhkan sanksi kepada empat hakim ICC karena dianggap menargetkan Amerika dan Israel. Foto/HRW
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Kamis mengumumkan penjatuhan sanksi kepada empat hakim Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Alasannya pengadilan itu melakukan "tindakan tidak sah dan tidak berdasar" terhadap Amerika dan Israel.

Yurisdiksi ICC saat ini diakui oleh 123 negara yang menadatangani Statuta Roma. Di antara negara-negara yang tidak menandatangani adalah AS, Rusia, China, dan Israel.

Pengadilan tersebut tidak memiliki kepolisian sendiri dan bergantung pada negara-negara anggota untuk menahan dan memindahkan tersangka.

Baca Juga: Takut Ditangkap Negara ICC, Netanyahu Ambil Rute Memutar saat Terbang ke AS

Pada bulan Februari, pemerintah AS menjatuhkan sanksi kepada ICC dan jaksa penuntut utamanya, Karim Khan, karena mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa sanksi baru tersebut menargetkan hakim Solomy Balungi Bossa dari Uganda, Luz del Carmen Ibanez Carranza dari Peru, Reine Adelaide Sophie Alapini Gansou dari Benin, dan Beti Hohler dari Slovenia. "Atas tindakan tidak sah dan tidak berdasar yang menargetkan Amerika atau sekutu dekat kami, Israel," bunyi pernyataan Rubio, yang dikutip Reuters, Jumat (6/6/2025).

Rubio menuduh ICC dipolitisasi dan secara keliru mengeklaim kewenangan yang tidak terkendali untuk menyelidiki, mendakwa, dan mengadili warga negara AS dan sekutu Washington, menyebutnya sebagai pernyataan berbahaya dan penyalahgunaan kekuasaan.

Menurut pernyataan tersebut, keempat hakim ICC dikenai sanksi berdasarkan Perintah Eksekutif 14203, sebuah tindakan yang membatasi akses mereka ke sistem keuangan AS dan mempersulit transaksi internasional.

Pada bulan November 2024, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan Gallant karena diduga melakukan kejahatan perang di Gaza, termasuk menggunakan kelaparan sebagai metode peperangan, sebagai tanggapan atas serangan mematikan pada tahun 2023 oleh kelompok perlawanan Palestina; Hamas.

Israel, yang bukan penanda tangan Statuta Roma, berpendapat bahwa pengadilan itu tidak memiliki yurisdiksi atas warga negaranya. Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, menuduh ICC bertindak sebagai alat politik yang melayani musuh-musuh Israel.

Bulan lalu, Khan mengambil cuti di tengah penyelidikan PBB atas tuduhan pelecehan seksual.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
Kawin Silang JLR dan...
Kawin Silang JLR dan Chery: Freelander 8 Lahir, Eropa Ketar-ketir!
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
Berita Terkini
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved