Mobil Militer AS Pajang Kata Kafir dan Salib di Suriah, Warga: Itu Provokasi!
Kamis, 05 Juni 2025 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
"Itu provokasi. Kami tidak ada hubungannya dengan ISIS, kami tidak menganggap orang Amerika sebagai kuffar (bentuk jamak dari kafir), dan terlebih lagi orang Kristen yang selalu tinggal di Suriah," ujar Jihan, seorang wanita Kurdi berusia 34 tahun, kepada MEE.
Dia menambahkan, "Itu sangat bodoh sehingga sulit untuk menganalisis pesan di baliknya."
Mohammed, 42 tahun, berkata, "Sayangnya, itu mencerminkan kebencian yang dihadapi umat Muslim dari orang Amerika sejak 9/11, dan cara mereka memandang kami."
Masih belum jelas apakah tulisan itu dilukis selama periode ketika ISIS masih menguasai sebagian besar wilayah Suriah, atau, seperti yang dikatakan beberapa orang yang diwawancarai, oleh pemuda Suriah, dengan atau tanpa persetujuan tentara Amerika, "hanya untuk memprovokasi para ekstremis".
MEE menghubungi pemerintah AS untuk meminta komentar tetapi belum menerima tanggapan hingga berita ini dipublikasikan.
Tulisan kafir tersebut menggemakan kontroversi yang dipicu pada bulan Maret oleh tato di bisep Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang menampilkan kata "kafir" di bawah slogan yang terkait dengan Perang Salib. Tato tersebut dikritik secara luas sebagai Islamofobia.
Dia menambahkan, "Itu sangat bodoh sehingga sulit untuk menganalisis pesan di baliknya."
Mohammed, 42 tahun, berkata, "Sayangnya, itu mencerminkan kebencian yang dihadapi umat Muslim dari orang Amerika sejak 9/11, dan cara mereka memandang kami."
AS akan Kurangi Kehadiran Militer
Masih belum jelas apakah tulisan itu dilukis selama periode ketika ISIS masih menguasai sebagian besar wilayah Suriah, atau, seperti yang dikatakan beberapa orang yang diwawancarai, oleh pemuda Suriah, dengan atau tanpa persetujuan tentara Amerika, "hanya untuk memprovokasi para ekstremis".
MEE menghubungi pemerintah AS untuk meminta komentar tetapi belum menerima tanggapan hingga berita ini dipublikasikan.
Tulisan kafir tersebut menggemakan kontroversi yang dipicu pada bulan Maret oleh tato di bisep Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, yang menampilkan kata "kafir" di bawah slogan yang terkait dengan Perang Salib. Tato tersebut dikritik secara luas sebagai Islamofobia.
Lihat Juga :