AS Kurangi Kehadiran Militer di Suriah, Hanya Sisakan 1 Pangkalan Tetap Beroperasi

Rabu, 04 Juni 2025 - 11:45 WIB
loading...
AS Kurangi Kehadiran...
Tentara AS berada di Suriah. Foto/irna
A A A
DAMASKUS - Amerika Serikat (AS) akan menutup sebagian besar pangkalan militernya di Suriah, menggabungkan operasi ke satu lokasi. Langkah ini sebagai bagian dari perombakan kebijakan yang diumumkan utusan khusus barunya.

Thomas Barrack, yang ditunjuk Presiden Donald Trump bulan lalu sebagai duta besar AS untuk Turki dan utusan khusus untuk Suriah, mengatakan perubahan tersebut menandai penolakan terhadap pendekatan Washington yang gagal selama seabad terakhir di Suriah.

Dalam wawancara dengan penyiar Turki NTV pada hari Senin (2/6/2025), Barrack mengatakan penarikan pasukan dan penutupan pangkalan mencerminkan kalibrasi ulang strategis.

"Yang dapat saya pastikan adalah kebijakan Suriah kita saat ini tidak akan mendekati kebijakan Suriah 100 tahun terakhir karena tidak satu pun dari ini berhasil," papar dia.

Pasukan AS diperkirakan akan mundur dari tujuh dari delapan pangkalan, termasuk yang berada di provinsi Deir Az Zor di Suriah timur, dengan operasi yang tersisa berpusat di Hasakah di timur laut.

Dua sumber keamanan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa perangkat keras dan personel militer AS telah mulai direlokasi.

"Semua pasukan ditarik dari Deir Az Zor," ujar satu sumber kepada Reuters pada bulan April.

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS kemudian mengatakan jumlah pasukan akan disesuaikan "jika dan ketika diperlukan", tergantung pada tuntutan operasional.

Sekitar 2.000 tentara Amerika masih berada di Suriah, sebagian besar tergabung dengan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi, mitra utama dalam kampanye yang dipimpin AS melawan ISIL (Negara Islam/ISIS).

SDF, yang didominasi Unit Perlindungan Rakyat (YPG), milisi Kurdi, telah lama menjadi titik pertikaian dengan sekutu NATO Turki, yang menganggapnya terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.

PKK, yang baru-baru ini mengumumkan pembubarannya, melakukan pemberontakan bersenjata selama puluhan tahun terhadap negara Turki.

Barrack menyebut SDF sebagai "faktor yang sangat penting" bagi Kongres AS, dan menekankan mengintegrasikan kelompok itu ke dalam tentara nasional Suriah kini menjadi prioritas. "Setiap orang harus bersikap wajar dalam ekspektasi mereka," ungkap dia.

Sejak penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad pada bulan Desember, keterlibatan internasional dengan Damaskus telah dimulai kembali di bawah Presiden baru Ahmed al-Sharaa.

Barrack baru-baru ini mengibarkan bendera AS di atas kediaman duta besar di Damaskus untuk pertama kalinya sejak 2012.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik SDF pekan lalu, menuduhnya melakukan "taktik mengulur-ulur waktu" meskipun telah setuju bergabung dengan angkatan bersenjata Suriah.

Baca juga: Drone Terbang di Atas Kapal Bantuan, Madleen Dekati Yunani Menuju Gaza
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Israel Ternyata Coba...
Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Bawa Pikap Ayahnya,...
Bawa Pikap Ayahnya, Bocah 11 Tahun Tabrak Iringan Peziarah dan Tewaskan 8 Orang
Horor! Demonstran Bakar...
Horor! Demonstran Bakar Diri hingga Tewas di Depan Markas Besar PBB New York
Rekomendasi
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Inggris vs Meksiko Terancam...
Inggris vs Meksiko Terancam Ditunda akibat Badai Petir
Berita Terkini
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Infografis
Perbandingan Pangkalan...
Perbandingan Pangkalan Militer AS vs China di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved