Proposal Nuklir Trump Izinkan Iran Memperkaya Uranium
Selasa, 03 Juni 2025 - 17:28 WIB
loading...
A
A
A
"Program pengayaan tidak akan pernah ada lagi di negara Iran. Itu garis merah kami. Tidak ada pengayaan," ujar utusan AS Steve Witkoff mengatakan kepada Breitbart News pada bulan Mei.
Seperti perjanjian Obama, Iran akan dibatasi untuk melakukan pengayaan pada ambang batas 3% untuk jangka waktu tertentu. JCPOA memberlakukan batas waktu 15 tahun pada batas pengayaan Iran.
Usulan Trump membiarkan batas waktu tersebut terbuka untuk putaran negosiasi berikutnya.
AS dan Iran telah mengadakan lima putaran pembicaraan sejauh ini. Negosiasi tersebut sebagian besar dimediasi oleh Oman, tetapi Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah bertemu langsung.
Usulan Trump yang dilaporkan Axios juga tampaknya menggemakan kesepakatan 2015 di bidang lain.
Iran tidak akan diizinkan membangun fasilitas pengayaan baru dan harus "membongkar infrastruktur penting untuk konversi dan pemrosesan uranium", Axios melaporkan.
Bahasa tersebut mirip dengan kesepakatan nuklir 2015, yang mengamanatkan Iran membongkar dan memindahkan dua pertiga sentrifusnya.
Usulan Trump menyerukan Iran membuat fasilitas pengayaan bawah tanahnya "tidak beroperasi" untuk jangka waktu yang akan dinegosiasikan para pihak.
Kesepakatan 2015 mencegah pengayaan di fasilitas bawah tanah Fordow hingga 2031. Witkoff mengirimkan proposal AS ke Iran pada hari Sabtu.
Menurut Axios, hal itu sangat bergantung pada "sistem yang kuat untuk pemantauan dan verifikasi" oleh Badan Tenaga Atom Internasional.
Satu perbedaan utama antara kesepakatan 2015 dan proposal Trump adalah kesepakatan tersebut membayangkan konsorsium pengayaan regional yang mencakup Iran.
Seperti perjanjian Obama, Iran akan dibatasi untuk melakukan pengayaan pada ambang batas 3% untuk jangka waktu tertentu. JCPOA memberlakukan batas waktu 15 tahun pada batas pengayaan Iran.
Usulan Trump membiarkan batas waktu tersebut terbuka untuk putaran negosiasi berikutnya.
AS dan Iran telah mengadakan lima putaran pembicaraan sejauh ini. Negosiasi tersebut sebagian besar dimediasi oleh Oman, tetapi Witkoff dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah bertemu langsung.
Usulan Trump yang dilaporkan Axios juga tampaknya menggemakan kesepakatan 2015 di bidang lain.
Iran tidak akan diizinkan membangun fasilitas pengayaan baru dan harus "membongkar infrastruktur penting untuk konversi dan pemrosesan uranium", Axios melaporkan.
Bahasa tersebut mirip dengan kesepakatan nuklir 2015, yang mengamanatkan Iran membongkar dan memindahkan dua pertiga sentrifusnya.
Usulan Trump menyerukan Iran membuat fasilitas pengayaan bawah tanahnya "tidak beroperasi" untuk jangka waktu yang akan dinegosiasikan para pihak.
Kesepakatan 2015 mencegah pengayaan di fasilitas bawah tanah Fordow hingga 2031. Witkoff mengirimkan proposal AS ke Iran pada hari Sabtu.
Konsorsium Pengayaan
Menurut Axios, hal itu sangat bergantung pada "sistem yang kuat untuk pemantauan dan verifikasi" oleh Badan Tenaga Atom Internasional.
Satu perbedaan utama antara kesepakatan 2015 dan proposal Trump adalah kesepakatan tersebut membayangkan konsorsium pengayaan regional yang mencakup Iran.
Lihat Juga :