Ukraina Bombardir 'Pearl Harbor Rusia', Ini Penjelasan Sistem Rudal S-400 Gagal Beraksi
Selasa, 03 Juni 2025 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Sebaliknya, jaringan tersebut dilewati. Drone-drone Ukraina dilaporkan diluncurkan bukan dari seberang perbatasan atau melalui rute udara, tetapi dari dalam wilayah Rusia sendiri—kemungkinan dari kontainer tersembunyi yang dipasang di truk.
Dengan jarak tempuh yang jauh lebih pendek, kata Chaturvedi, drone-drone tersebut mencapai targetnya dalam hitungan detik atau menit, sehingga pasukan Rusia tidak punya banyak waktu untuk bereaksi.
Yang terpenting, drone-drone tersebut terbang pada ketinggian yang sangat rendah, di bawah jangkauan deteksi radar sistem jarak jauh seperti S-400, yang dirancang untuk mencegat ancaman dari ketinggian tinggi dan jarak jauh. Diperkirakan 117 drone diluncurkan dalam operasi tersebut, yang membuat pertahanan Rusia kewalahan.
Chaturvedi menekankan bahwa kegagalan itu bukan pada sistem pertahanan rudal S-400, tetapi pada intelijen Rusia.
Ukraina dilaporkan telah merencanakan operasi tersebut selama lebih dari setahun, dengan mengangkut pesawat nirawak ke Rusia, mungkin melalui Kazakhstan. Namun, imbuh dia, badan-badan intelijen Rusia gagal mendeteksi ancaman tersebut.
"Sistem S-400 sangat mampu mencegat target hingga sejauh 400 km, termasuk rudal dan pesawat nirawak yang terbang tinggi. Namun, sistem itu tidak pernah dirancang untuk serangan jarak dekat dan ketinggian rendah yang diluncurkan dari dalam wilayahnya sendiri," katanya, seperti dikutip India TV News, Selasa (3/6/2025).
Ini bukan pertama kalinya pesawat nirawak Ukraina menerobos pertahanan Rusia. Antara Agustus 2023 hingga 2024, Ukraina berhasil menghancurkan beberapa sistem S-400, termasuk baterai radarnya.
Dengan jarak tempuh yang jauh lebih pendek, kata Chaturvedi, drone-drone tersebut mencapai targetnya dalam hitungan detik atau menit, sehingga pasukan Rusia tidak punya banyak waktu untuk bereaksi.
Yang terpenting, drone-drone tersebut terbang pada ketinggian yang sangat rendah, di bawah jangkauan deteksi radar sistem jarak jauh seperti S-400, yang dirancang untuk mencegat ancaman dari ketinggian tinggi dan jarak jauh. Diperkirakan 117 drone diluncurkan dalam operasi tersebut, yang membuat pertahanan Rusia kewalahan.
Chaturvedi menekankan bahwa kegagalan itu bukan pada sistem pertahanan rudal S-400, tetapi pada intelijen Rusia.
Ukraina dilaporkan telah merencanakan operasi tersebut selama lebih dari setahun, dengan mengangkut pesawat nirawak ke Rusia, mungkin melalui Kazakhstan. Namun, imbuh dia, badan-badan intelijen Rusia gagal mendeteksi ancaman tersebut.
"Sistem S-400 sangat mampu mencegat target hingga sejauh 400 km, termasuk rudal dan pesawat nirawak yang terbang tinggi. Namun, sistem itu tidak pernah dirancang untuk serangan jarak dekat dan ketinggian rendah yang diluncurkan dari dalam wilayahnya sendiri," katanya, seperti dikutip India TV News, Selasa (3/6/2025).
Ini bukan pertama kalinya pesawat nirawak Ukraina menerobos pertahanan Rusia. Antara Agustus 2023 hingga 2024, Ukraina berhasil menghancurkan beberapa sistem S-400, termasuk baterai radarnya.
Lihat Juga :