Sensor Ekstrem Rezim Kim Jong-un: Ponsel Warga Di-screenshot Setiap 5 Menit Secara Rahasia

Senin, 02 Juni 2025 - 12:19 WIB
loading...
Sensor Ekstrem Rezim...
Ponsel selundupan dari Korea Utara ungkap ekstremnya sensor dan pengawasan di bawah rezim Kim Jong-un di negara tersebut. Foto/via KCNA
A A A
SEOUL - Ponsel pintar yang diselundupkan dari Korea Utara (Korut) telah mengungkap wawasan baru tentang ekstremnya sensor dan pengawasan yang diawasi oleh rezim Kim Jong-un yang berkuasa di negara tersebut. Sebuah investigasi mengungkap bahwa otoritas sensor melakukan screenshot (tangkapan layar) pada ponsel tanpa diketahui penggunanya.

Perangkat komunikasi tersebut, yang diperoleh BBC pada akhir tahun 2024 melalui jaringan pembelot atau rute bawah tanah, dan dianalisis oleh para ahli teknologi, menunjukkan bahwa hampir semua ponsel pintar menjalankan versi Android yang telah dimodifikasi.

Perangkat ini dilengkapi dengan alat yang bertujuan untuk menegakkan ideologi negara, mengabadikan kampanye kebencian terhadap negara tetangga; Korea Selatan (Korsel), dan memantau setiap gerakan yang dilakukan oleh warganya di ranah daring.

Baca Juga: Imbas Kapal Perang Korut Nyaris Tenggelam Permalukan Kim Jong-un, 3 Orang Ditahan

Mirip dengan cara Korea Utara beroperasi sebagai negara yang terisolasi, akses internet diblokir sepenuhnya di ponsel tersebut. Sebaliknya, pengguna dibatasi pada sistem intranet tertutup yang dikenal sebagai Kwangmyong, yang hanya menampung konten yang disetujui negara dan tidak menawarkan koneksi ke dunia luar.

Salah satu aspek ponsel yang paling mengganggu adalah penulisan ulang konten secara otomatis. Misalnya, kata "oppa"—yang banyak digunakan dalam budaya populer Korea Selatan untuk merujuk pada pacar secara otomatis dikoreksi menjadi "kawan" di telepon pintar Korea Utara. Peringatan juga dikeluarkan saat kata tersebut digunakan, yang menyatakan: "Kata ini hanya dapat digunakan untuk menggambarkan saudara kandung Anda."

Demikian pula, mengetik "Korea Selatan" di telepon pintar mengakibatkan frasa tersebut secara otomatis diubah menjadi "negara boneka"—sebutan resmi dari Korea Utara untuk Korea Selatan.

Investigasi tersebut, yang dikutip NDTV, Senin (2/6/2025), juga mengungkapkan bahwa tangkapan layar layar ponsel pintar diambil setiap lima menit dan disimpan dalam folder tersembunyi yang tidak dapat diakses oleh pengguna tetapi tersedia bagi otoritas negara untuk tujuan pengawasan. Mengubah perangkat ini untuk mengakses konten eksternal dianggap sebagai tindak pidana serius.

Pemerintah Korea Utara belum berkomentar atas laporan investigasi tentang ekstremnya sensor di negara tersebut.

Permusuhan antara Korea Utara dan Korea Selatan telah banyak dilaporkan. Selama beberapa dekade, Pyongyang telah menuntut agar Korea Selatan menyerahkan kedaulatannya kepadanya.

Perang Korea selama tiga tahun, yang dimulai ketika Korea Utara yang berhaluan komunis menginvasi Korea Selatan, berakhir dengan gencatan senjata pada tahun 1953 tanpa pernah ada perjanjian damai yang ditandatangani.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Bandung Disulap Jadi...
Bandung Disulap Jadi Korea Mini, Ribuan Pengunjung Serbu Festival K-Food Halal dan K-Culture
Trump Peringatkan Netanyahu:...
Trump Peringatkan Netanyahu: Anda Akan Sendirian jika Terus Serang Iran
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Dokter Ungkap Bahaya...
Dokter Ungkap Bahaya Sering Melewatkan Sarapan, Risiko Diabetes Bisa Meningkat
Berita Terkini
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Infografis
Dikemudikan Kim Jong-un,...
Dikemudikan Kim Jong-un, Ini Kehebatan Tank M2020 Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved