Profil Dwight D Eisenhower, Jenderal Sekaligus Presiden AS di Balik Pemberontakan Permesta di Indonesia

Senin, 02 Juni 2025 - 11:35 WIB
loading...
A A A
Eisenhower naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 1953, menggantikan Presiden Harry S Truman. Dia mewarisi dunia yang tengah terbelah antara dua kekuatan ideologi: komunisme Soviet dan kapitalisme Barat. Dalam menghadapi ancaman komunisme global, Eisenhower menerapkan kebijakan luar negeri yang dikenal sebagai "Eisenhower Doctrine"—sebuah pendekatan intervensif untuk membendung pengaruh Uni Soviet, terutama di negara-negara berkembang.

Jejak Eisenhower dalam Pemberontakan Permesta di Indonesia


Setelah kemerdekaan Indonesia pada 1945 dan pengakuan kedaulatan oleh Belanda pada 1949, AS semula mendukung stabilitas pemerintahan presiden pertama Indonesia, Sukarno.

Namun, menjelang pertengahan 1950-an, kekhawatiran AS memuncak. Presiden Sukarno dinilai terlalu akomodatif terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI), dan retorikanya yang anti-Barat semakin mengkhawatirkan.

Washington, melalui CIA, menganggap Indonesia terlalu strategis untuk jatuh ke tangan komunis. Dalam memo rahasia Gedung Putih tahun 1957, Eisenhower menyatakan pentingnya mencegah "domino effect" di Asia Tenggara, dan Indonesia dipandang sebagai negara kunci dalam strategi ini.

Puncak intervensi AS terhadap kedaulatan Indonesia terjadi pada tahun 1957–1958, saat terjadi pemberontakan militer di Sumatra (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia/PRRI) dan Sulawesi (Perjuangan Semesta/Permesta). Badan Intelijen Pusat (CIA) AS melancarkan operasi rahasia bersandi "Operation Haik" untuk mendukung pemberontakan Permesta.

Bukti keterlibatan AS tidak terbantahkan, terutama setelah penangkapan pilot CIA bernama Allen Lawrence Pope pada 18 Mei 1958. Pesawat Pope ditembak jatuh saat menjalankan misi pengeboman di Ambon, dan ditangkap hidup-hidup oleh tentara Indonesia. Dia membawa dokumen dan logistik yang mengarah langsung pada keterlibatan intelijen Amerika.

Buku "Feet to the Fire: CIA Covert Operations in Indonesia, 1957–1958" karya Kenneth Conboy dan James Morrison menyebut bahwa operasi rahasia ini disetujui langsung oleh Presiden Eisenhower. Ini dikuatkan oleh laporan resmi dari Church Committee tahun 1975 di AS, yang menelusuri penyalahgunaan kekuasaan oleh CIA.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Pesawat Pengebom Su-24...
Pesawat Pengebom Su-24 Ukraina Jatuh saat Misi Tempur, 2 Pilot Tewas
Rekomendasi
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved