Profil Dwight D Eisenhower, Jenderal Sekaligus Presiden AS di Balik Pemberontakan Permesta di Indonesia

Senin, 02 Juni 2025 - 11:35 WIB
loading...
A A A

Mengapa Eisenhower Mendukung Pemberontakan Permesta?


Setidaknya ada tiga alasan. Pertama, faktor geopolitik; di mana Indonesia adalah negara kepulauan yang besar di jalur vital maritim antara Samudra Pasifik dan Hindia. Kekuasaan komunis di Indonesia bisa berarti dominasi Soviet di Asia Tenggara.

Kedua, faktor sumber daya alam. Sumatra dan Sulawesi kaya akan minyak dan mineral—sektor yang AS anggap penting untuk perusahaan-perusahaan multinasionalnya.

Ketiga, pengaruh PKI. Dengan semakin dekatnya Sukarno dengan tokoh-tokoh PKI seperti DN Aidit, Eisenhower memutuskan untuk bertindak dengan cara-cara tidak langsung demi mengganti kepemimpinan Indonesia.

Skandal Allen Pope mengguncang hubungan diplomatik AS–Indonesia. Meskipun AS sempat membantah keterlibatan langsung, bukti-bukti dari Pope terlalu jelas. Pemerintah AS akhirnya menekan Presiden Sukarno agar Pope dibebaskan, yang kemudian dikabulkan pada tahun 1962 atas dasar diplomatik.

Namun efek jangka panjang dari operasi ini sangat dalam. Sukarno semakin anti-Barat, dan mulai merapat ke blok Timur. Selain itu, PKI kala itu semakin kuat secara politik hingga pertengahan 1960-an. Militer Indonesia juga menyadari pentingnya solidaritas nasional.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
20 Kapal Perang AS Berkeliaran...
20 Kapal Perang AS Berkeliaran di Timur Tengah saat Iran-Amerika Saling Serang
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
10 Rudal Iran Gempur...
10 Rudal Iran Gempur Pangkalan Yordania dan Pusat Komando AS di Timur Tengah
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Horor! Siswa Pilot Terpaksa...
Horor! Siswa Pilot Terpaksa Mendarat Sendiri Usai Instrukturnya Tiba-Tiba Lompat Keluar Pesawat
Bersejarah! Prancis...
Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun
Rekomendasi
Dermaster Gizi, Slimming...
Dermaster Gizi, Slimming & Metabolic Center Resmi Dibuka, Tawarkan Program Diet Personal Berbasis Medis
Mohamed Salah Akhirnya...
Mohamed Salah Akhirnya Buka Suara Usai Mesir Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved