Intelijen Austria: Iran Bikin Rudal Nuklir yang Mampu Lakukan Serangan Jarak Jauh

Jum'at, 30 Mei 2025 - 07:42 WIB
loading...
A A A
Laporan itu juga mengidentifikasi Kedutaan Besar Iran di Wina sebagai salah satu yang terbesar di Eropa dan menuduh kedutaan tersebut menyamarkan petugas intelijen dengan kedok diplomatik.

"Badan intelijen Iran terbiasa mengembangkan dan menerapkan strategi penghindaran untuk pengadaan peralatan militer, teknologi yang peka terhadap proliferasi, dan bahan untuk senjata pemusnah massal," imbuh laporan badan intelijen tersebut.

Laporan itu juga merujuk pada vonis tahun 2021 di Belgia terhadap Asadollah Asadi, mantan diplomat Iran yang bermarkas di Wina, karena berencana mengebom demonstrasi oposisi tahun 2018 di luar Paris. Demonstrasi tersebut dihadiri oleh puluhan ribu pembangkang Iran, termasuk Rudy Giuliani, yang saat itu menjabat sebagai pengacara pribadi Presiden AS Donald Trump.

Laporan intelijen Austria bertentangan dengan pandangan AS. Direktur Intelijen Nasional Amerika Tulsi Gabbard mengatakan dalam sidang Komite Intelijen Senat pada bulan Maret bahwa komunitas intelijen Amerika terus menilai bahwa Iran tidak membangun senjata nuklir. "Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei belum mengesahkan program senjata nuklir yang ditangguhkannya pada tahun 2003," kata Gabbard.

Lebih lanjut, badan intelijen Austria menuduh Iran telah mengembangkan jaringan penghindaran sanksi yang canggih, yang telah menguntungkan Rusia.

Temuan terbaru ini dapat mempersulit upaya Presiden Trump, yang telah menyatakan keinginannya untuk berunding dengan Teheran mengenai aktivitas nuklirnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Mampukah Taegeuk Warriors Akhiri Kutukan?
Aksi Formula E Berlanjut...
Aksi Formula E Berlanjut ke Sanya, Saksikan Live di VISION+
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
Biden Izinkan Ukraina...
Biden Izinkan Ukraina Serang Rusia dengan Rudal Jarak Jauh AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved