Intelijen Austria: Iran Bikin Rudal Nuklir yang Mampu Lakukan Serangan Jarak Jauh
Jum'at, 30 Mei 2025 - 07:42 WIB
loading...
A
A
A
Menanggapi laporan tersebut, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Fox News: "Presiden Trump berkomitmen agar Iran tidak pernah memperoleh senjata nuklir atau kapasitas untuk membangunnya."
Pada tahun 2023, badan intelijen Eropa menemukan Iran terus menghindari sanksi AS dan Uni Eropa untuk memperoleh teknologi yang dibutuhkan bagi program senjata nuklirnya, dengan maksud untuk menguji bom atom.
Upaya-upaya ini dilaporkan terjadi sebelum dan sesudah Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015, yang umumnya dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran.
Laporan intelijen Austria juga mengatakan bahwa Iran terus mempersenjatai kelompok-kelompok milisi seperti Hamas dan Hizbullah, serta milisi Suriah, yang semuanya ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS.
Iran sendiri secara konsisten membantah mengembangkan senjata nuklir. Negara Islam itu menegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai.
Pada tahun 2023, badan intelijen Eropa menemukan Iran terus menghindari sanksi AS dan Uni Eropa untuk memperoleh teknologi yang dibutuhkan bagi program senjata nuklirnya, dengan maksud untuk menguji bom atom.
Upaya-upaya ini dilaporkan terjadi sebelum dan sesudah Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015, yang umumnya dikenal sebagai kesepakatan nuklir Iran.
Laporan intelijen Austria juga mengatakan bahwa Iran terus mempersenjatai kelompok-kelompok milisi seperti Hamas dan Hizbullah, serta milisi Suriah, yang semuanya ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh AS.
Iran sendiri secara konsisten membantah mengembangkan senjata nuklir. Negara Islam itu menegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai.
(mas)
Lihat Juga :