Pimred RT Sebut Rusia Bisa Bombardir Berlin Jika Rudal Jerman Menarget Moskow
Kamis, 29 Mei 2025 - 03:30 WIB
loading...
A
A
A
“Kata-kata Kanselir Jerman sama sekali tidak dapat diterima di Eropa modern. Jika kita tidak patuh, apakah kita akan dihukum? Ini bukan jalan menuju kohesi dan kerja sama,” kata Fico.
Sejak kembali menjabat pada tahun 2023, Fico telah menghentikan bantuan militer Slowakia ke Ukraina dan mengkritik sanksi Barat terhadap Rusia.
Ia juga menyerukan agar hubungan ekonomi dengan Moskow dibangun kembali setelah konflik dengan Kiev berakhir. Akhir tahun lalu, ia menjadi salah satu dari sedikit pemimpin Barat yang bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas pasokan energi ke Slovakia, yang terancam oleh penolakan Ukraina untuk memperpanjang perjanjian transit gas.
Pada hari Senin, Merz juga mengatakan para pendukung Ukraina di Eropa tidak lagi membatasi negara itu untuk melancarkan serangan jarak jauh ke Rusia menggunakan senjata buatan Barat, kemudian menambahkan bahwa keputusan itu dibuat beberapa bulan yang lalu. Namun, Vladimir Zelensky dari Ukraina mengatakan bahwa ia belum menerima lampu hijau, sambil mengisyaratkan bahwa hal itu dapat terjadi nanti.
Menanggapi Merz, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan tentang "eskalasi serius," menambahkan bahwa langkah potensial itu "sangat merusak upaya penyelesaian konflik secara damai".
Sejak kembali menjabat pada tahun 2023, Fico telah menghentikan bantuan militer Slowakia ke Ukraina dan mengkritik sanksi Barat terhadap Rusia.
Ia juga menyerukan agar hubungan ekonomi dengan Moskow dibangun kembali setelah konflik dengan Kiev berakhir. Akhir tahun lalu, ia menjadi salah satu dari sedikit pemimpin Barat yang bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas pasokan energi ke Slovakia, yang terancam oleh penolakan Ukraina untuk memperpanjang perjanjian transit gas.
Pada hari Senin, Merz juga mengatakan para pendukung Ukraina di Eropa tidak lagi membatasi negara itu untuk melancarkan serangan jarak jauh ke Rusia menggunakan senjata buatan Barat, kemudian menambahkan bahwa keputusan itu dibuat beberapa bulan yang lalu. Namun, Vladimir Zelensky dari Ukraina mengatakan bahwa ia belum menerima lampu hijau, sambil mengisyaratkan bahwa hal itu dapat terjadi nanti.
Menanggapi Merz, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memperingatkan tentang "eskalasi serius," menambahkan bahwa langkah potensial itu "sangat merusak upaya penyelesaian konflik secara damai".
(ahm)
Lihat Juga :