Kapal Induk Pertama China yang Dilengkapi Ketapel Elektromagnetik Gelar Uji Coba Laut Intensif
Selasa, 27 Mei 2025 - 19:15 WIB
loading...
A
A
A
“Mungkin diperlukan waktu lebih lama bagi Fujian untuk menyelesaikan semua pengujian rumit dengan teknologi ketapel baru dibandingkan dengan dua kapal induk China sebelumnya, tetapi jika semuanya berjalan dengan baik, Fujian kemungkinan akan segera dioperasikan,” ungkap Fu.
Kapal induk pertama China, Liaoning, menjalani 10 kali uji coba laut sebelum mulai beroperasi, dan kapal induk kedua, Shandong, menjalani sembilan kali uji coba laut, menurut laporan media resmi.
Berpendapat senada dengan Fu, Zhang Junshe, pakar urusan militer China lainnya, mengatakan kepada Global Times pada hari Minggu bahwa karena Beijing pertama kali menggunakan teknologi ketapel elektromagnetik pada kapal induk, serta ukuran Fujian yang lebih besar dan mampu membawa lebih banyak jenis pesawat, kapal induk baru tersebut mungkin memerlukan lebih banyak waktu dalam kalibrasi dan pengujian untuk memastikan stabilitas dan keandalan dibandingkan dengan Liaoning dan Shandong.
“Namun dengan delapan kali uji coba laut sejak Mei tahun lalu, seharusnya tidak lama lagi Fujian akan mulai beroperasi,” ungkap Zhang.
“Mengenai kinerja tempur Fujian, ketika akhirnya mulai beroperasi, dibandingkan dengan kapal induk China lainnya dan dengan penerapan ketapel elektromagnetik, kapal induk Fujian akan mampu meningkatkan laju serangan hariannya secara signifikan, sehingga sangat meningkatkan kemampuannya merebut supremasi udara dan maritim,” papar Cao Weidong, pakar urusan militer China, dalam laporan CCTV News.
Saat Fujian menjalani uji coba laut, pesawat tempur siluman canggih seperti J-35 dapat diuji untuk operasi kapal induk, yang selanjutnya meningkatkan kemampuan tempurnya.
“Setelah ditugaskan, Fujian akan secara substansial memperkuat kapasitas Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) untuk pertahanan pesisir dan operasi maritim jarak jauh,” papar Cao.
CCTV News mengatakan, dibandingkan dengan kapal induk konvensional, kapal induk yang dilengkapi dengan sistem lepas landas berbantuan ketapel memiliki keunggulan yang signifikan.
Kapal induk pertama China, Liaoning, menjalani 10 kali uji coba laut sebelum mulai beroperasi, dan kapal induk kedua, Shandong, menjalani sembilan kali uji coba laut, menurut laporan media resmi.
Berpendapat senada dengan Fu, Zhang Junshe, pakar urusan militer China lainnya, mengatakan kepada Global Times pada hari Minggu bahwa karena Beijing pertama kali menggunakan teknologi ketapel elektromagnetik pada kapal induk, serta ukuran Fujian yang lebih besar dan mampu membawa lebih banyak jenis pesawat, kapal induk baru tersebut mungkin memerlukan lebih banyak waktu dalam kalibrasi dan pengujian untuk memastikan stabilitas dan keandalan dibandingkan dengan Liaoning dan Shandong.
“Namun dengan delapan kali uji coba laut sejak Mei tahun lalu, seharusnya tidak lama lagi Fujian akan mulai beroperasi,” ungkap Zhang.
“Mengenai kinerja tempur Fujian, ketika akhirnya mulai beroperasi, dibandingkan dengan kapal induk China lainnya dan dengan penerapan ketapel elektromagnetik, kapal induk Fujian akan mampu meningkatkan laju serangan hariannya secara signifikan, sehingga sangat meningkatkan kemampuannya merebut supremasi udara dan maritim,” papar Cao Weidong, pakar urusan militer China, dalam laporan CCTV News.
Saat Fujian menjalani uji coba laut, pesawat tempur siluman canggih seperti J-35 dapat diuji untuk operasi kapal induk, yang selanjutnya meningkatkan kemampuan tempurnya.
“Setelah ditugaskan, Fujian akan secara substansial memperkuat kapasitas Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) untuk pertahanan pesisir dan operasi maritim jarak jauh,” papar Cao.
CCTV News mengatakan, dibandingkan dengan kapal induk konvensional, kapal induk yang dilengkapi dengan sistem lepas landas berbantuan ketapel memiliki keunggulan yang signifikan.
Lihat Juga :