Inggris Akui Utang pada Iran Sebesar Rp7,8 Triliun Selama 40 Tahun
Selasa, 08 September 2020 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
Namun kontrak itu dibatalkan oleh Inggris setelah penggulingan Shah Mohammad Reza selama Revolusi Islam 1979, yang saat itu Iran telah membayar untuk kendaraan militer yang tak jadi dikirimkan dan meminta uang itu dikembalikan.
Arbiter internasional menetapkan pada 2008 bahwa Inggris berutang. Dalam pemeriksaan pengadilan, pengacara bertindak atas nama agen penjualan senjata yang sekarang sudah tidak beroperasi yang memperdebatkan jumlah utang itu dan apakah ada utang yang memang harus dibayar.
Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Jeremy Hunt menyatakan Wallace telah melakukan sesuatu yang berani dan penting. “Jika Nazanin dibebaskan segera, saya yakin utang historis kita akan memiliki bagian penting,” kata Hunt. (Baca Juga: Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X Korsel, Indonesia Nunggak Rp6,2 Triliun)
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyesalkan upaya mengaitkan dua isu itu. Menurut dia, pemerintah Inggris bertanggung jawab atas tank-tank yang tak terbayar itu. “Apakah pejabat pemerintah Inggris mengakui utang itu atau tidak,” ungkap dia. (Baca Infografis: Badai Haishen terjang Jepang, Curah Hujan Sangat Tinggi)
Pejabat Iran Abolfazl Amouei mengatakan, “Ini hak bangsa Iran dan utang Inggris harus dibayar pada Iran. Sangat jelas jika pemerintah Inggris mengharapkan niat baik dari Republik Islam Iran, Inggris harus membuktikan niat baiknya juga.” (Lihat Video: Setelah Daftar di KPU, Calon Bupati Kabupaten Halmahera Meninggal Dunia Saat Orasi)
Arbiter internasional menetapkan pada 2008 bahwa Inggris berutang. Dalam pemeriksaan pengadilan, pengacara bertindak atas nama agen penjualan senjata yang sekarang sudah tidak beroperasi yang memperdebatkan jumlah utang itu dan apakah ada utang yang memang harus dibayar.
Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Jeremy Hunt menyatakan Wallace telah melakukan sesuatu yang berani dan penting. “Jika Nazanin dibebaskan segera, saya yakin utang historis kita akan memiliki bagian penting,” kata Hunt. (Baca Juga: Proyek Jet Tempur KF-X/IF-X Korsel, Indonesia Nunggak Rp6,2 Triliun)
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh menyesalkan upaya mengaitkan dua isu itu. Menurut dia, pemerintah Inggris bertanggung jawab atas tank-tank yang tak terbayar itu. “Apakah pejabat pemerintah Inggris mengakui utang itu atau tidak,” ungkap dia. (Baca Infografis: Badai Haishen terjang Jepang, Curah Hujan Sangat Tinggi)
Pejabat Iran Abolfazl Amouei mengatakan, “Ini hak bangsa Iran dan utang Inggris harus dibayar pada Iran. Sangat jelas jika pemerintah Inggris mengharapkan niat baik dari Republik Islam Iran, Inggris harus membuktikan niat baiknya juga.” (Lihat Video: Setelah Daftar di KPU, Calon Bupati Kabupaten Halmahera Meninggal Dunia Saat Orasi)
(sya)
Lihat Juga :