Alasan 3 Negara Ini Tolak Gabung dengan BRICS

Rabu, 21 Mei 2025 - 19:05 WIB
loading...
Alasan 3 Negara Ini...
Ada tiga negara yang menolak bergabung dengan BRICS. Foto/X/@spectatorindex
A A A
LONDON - Meskipun BRICS yang didirikan Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan telah menjadi sebuah aliansi ekonomi yang kuat dan berpengaruh di dunia, tidak semua negara segera menerima ajakan untuk bergabung.

Beberapa negara justru menunjukkan sikap skeptis atau bahkan menolak untuk menjadi bagian dari kelompok ini. Alasan di balik penolakan ini bervariasi, mulai dari pertimbangan politik hingga kebijakan ekonomi nasional yang berbeda.

3 Negara yang Menolak Bergabung dengan BRICS

1. Argentina

Argentina awalnya termasuk dalam enam negara yang diundang bergabung dengan BRICS mulai 1 Januari 2024. Bersama Mesir, Iran, Ethiopia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, negara ini seharusnya memperluas keanggotaan kelompok ekonomi tersebut.

Namun, keputusan Presiden Javier Milei mengubah segalanya. Ia secara resmi membatalkan rencana keikutsertaan Argentina, menyatakan bahwa negaranya belum "pantas" menjadi anggota penuh BRICS. Meski begitu, Milei menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama bilateral, terutama dalam perdagangan dan investasi.

Keputusan Argentina ini mencerminkan ketidakstabilan ekonomi dan politik yang sedang dialaminya. Inflasi melonjak hingga 150% dalam setahun, cadangan devisa menipis, dan utang pemerintah membengkak.

Lebih dari 40% penduduk hidup dalam kemiskinan, memperburuk situasi sosial-ekonomi negara tersebut. Pemerintahan Milei bahkan melakukan devaluasi peso lebih dari 50% sebagai bagian dari terapi kejut ekonomi.

Selain itu, kebijakan Milei menunjukkan pergeseran arah politik Argentina. Dengan wacana mengganti peso dengan dolar AS dan pendekatan yang lebih pro-Barat, ia tampak lebih memilih aliansi dengan Washington daripada Beijing.

Hal ini semakin memperjelas alasan penolakan Argentina terhadap BRICS, yang dianggap tidak sejalan dengan strategi ekonominya saat ini.

Baca Juga: Pakistan dan India Berperang, Kenapa China yang Menang?

2. Meksiko

Meksiko secara tegas menyatakan tidak pernah berminat bergabung dengan BRICS. Melalui akun resmi Kementerian Luar Negeri di platform X, pemerintah Meksiko menjelaskan bahwa mereka tetap memantau perkembangan blok tersebut, tetapi fokus pada kerja sama ekonomi bilateral dengan negara-negara anggotanya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa Meksiko tidak akan menjadi bagian dari aliansi BRICS. Presiden Andrés Manuel López Obrador (AMLO) sebelumnya juga telah menegaskan hal serupa pada Agustus 2023.

Ia menekankan bahwa Meksiko lebih memprioritaskan persatuan di kawasan Amerika Utara dan benua Amerika secara keseluruhan. Alasannya mencakup faktor lingkungan, ekonomi, dan geopolitik yang membuat BRICS bukan pilihan strategis bagi negaranya.

BRICS sendiri awalnya dibentuk sebagai wadah kerja sama bagi negara-negara berkembang besar, seperti Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Pada 2023, kelompok ini memperluas keanggotaan dengan mengundang Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Namun, Meksiko memilih untuk tetap independen dan tidak terlibat dalam blok ekonomi tersebut.

3. Arab Saudi

Arab Saudi sempat menjadi salah satu negara yang diundang bergabung dengan BRICS, tetapi akhirnya menolak tawaran tersebut. Salah satu alasan utamanya adalah hubungan bisnis yang kuat dengan Amerika Serikat (AS).

Kerajaan ini membutuhkan dukungan AS dan sekutu Barat lainnya untuk mewujudkan Visi 2030, agenda pembangunan ekonominya. Bergabung dengan BRICS justru dianggap dapat mengganggu hubungan strategis ini.

Selain itu, meninggalkan ketergantungan pada AS dinilai berisiko terhadap stabilitas ekonomi Arab Saudi. Negara ini bahkan berencana menginvestasikan USD600 miliar (sekitar Rp9.800 triliun) di AS dalam empat tahun ke depan.

Meski rincian investasi tersebut tidak diungkap secara detail, langkah ini menunjukkan komitmen Riyadh untuk mempertahankan kemitraan dengan Washington.

Penolakan Arab Saudi juga dipengaruhi oleh pengawasan ketat BRICS terhadap investasi di AS. Kelompok ini ingin menarik Saudi sebagai anggota, tetapi kepentingan ekonomi dan politik kerajaan lebih condong ke Barat.

Dengan demikian, meski sempat menjadi kandidat kuat, Arab Saudi memilih untuk tidak bergabung dengan BRICS demi menjaga kepentingan nasionalnya.

(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral, Menlu Rusia Marahi...
Viral, Menlu Rusia Marahi Jurnalis Berisik: 'Serahkan Ponsel Anda atau Petugas Keluarkan Senjata!'
Macron Ingin G7 Bangun...
Macron Ingin G7 Bangun Jembatan dengan BRICS
Iran Ikut Latihan Perang...
Iran Ikut Latihan Perang BRICS di Afrika Selatan, AS Langsung Murka
AS Makin Semena-mena,...
AS Makin Semena-mena, BRICS Gelar Latihan Perang
Serangan Israel di Qatar...
Serangan Israel di Qatar Merusak Kredibilitas AS di Teluk, Memperkuat BRICS
Laos Ingin Jadi Anggota...
Laos Ingin Jadi Anggota BRICS, Ini Alasannya
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Berita Terkini
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved