23 Negara Marah atas Tindakan Netanyahu Batasi Bantuan ke Gaza

Selasa, 20 Mei 2025 - 15:19 WIB
loading...
23 Negara Marah atas...
Sebanyak 23 negara merespons marah atas tindakan PM Israel Benjamin Netanyahu yang membatasi arus masuk bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina. Foto/Anadolu
A A A
GAZA - Sebanyak 23 negara merespons marah atas langkah Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu yang membatasi arus masuk bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

Dari 23 negara itu, tiga di antaranya juga mengancam akan mengambil berbagai tindakan jika Israel tidak menghentikan serangan barunya di Gaza.

Netanyahu sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya hanya akan mengizinkan bantuan ke Gaza mengalir melalui pos pemeriksaan yang dikontrol Pasukan Pertahanan Israel (IDF) setelah memblokir bantuan kemanusiaan ke zona perang tersebut selama berbulan-bulan.

Netanyahu juga mengatakan pasukannya "membuat kemajuan" dalam mengambil alih kendali Gaza setelah militer Israel menyatakan pusat kota Gaza sebagai zona pertempuran dan menewaskan lebih dari 60 orang dalam serangan udara.

Baca Juga: Inggris, Prancis, Kanada Ancam Israel Jika Tak Berhenti Serang Gaza

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (20/5/2025) pagi WIB, 23 negara, termasuk Inggris, Kanada, Selandia Baru, dan Australia, mendesak Israel untuk tidak mempolitisasi bantuan kemanusiaan bagi penduduk Palestina yang kelaparan.

Sekitar sembilan truk bantuan dilaporkan diizinkan masuk ke Gaza setelah pengepungan selama hampir tiga bulan, tetapi kepala kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, memperingatkan bahwa itu hanyalah "setetes air di lautan dari apa yang sangat dibutuhkan".

Pernyataan bersama tersebut mengakui "indikasi dimulainya kembali bantuan secara terbatas" tetapi menekan Israel untuk menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan dengan mengizinkan dimulainya kembali bantuan secara penuh dan agar kelompok-kelompok bantuan dapat bekerja secara mandiri dan tidak memihak.

"Makanan, obat-obatan, dan persediaan penting telah habis. Penduduk menghadapi kelaparan. Warga Gaza harus menerima bantuan yang sangat mereka butuhkan," bunyi pernyataan 23 negara tersebut, yang diterbitkan di situs resmi Pemerintah Inggris.

Rencana Netanyahu untuk mendistribusikan bantuan di Gaza belum diumumkan, tetapi Gaza Humanitarian Foundation(GHF) yang didukung Israel dan dipimpin Amerika Serikat diharapkan akan mendistribusikan makanan melalui kompleks militer.

Pembahasan lanjutan menunjukkan bahwa kepala keluarga diharapkan untuk mengumpulkan kotak-kotak seberat hingga 20 kg dengan persediaan makanan untuk beberapa hari dan perlengkapan kebersihan dasar seperti sabun untuk keluarga mereka.

Tidak akan ada ketentuan bagi mereka yang terlalu sakit atau lemah karena kelaparan untuk berjalan jauh melintasi lanskap Gaza yang hancur dengan beban berat.

Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyuarakan kekhawatiran tentang kapasitas GHF untuk memberikan bantuan yang cukup bagi penduduk wilayah tersebut.

Ke-23 negara menyuarakan kekhawatiran tentang usulan GHF, dengan menyatakan bahwa kelompok bantuan yang ada telah memiliki “kapasitas logistik, keahlian, dan jangkauan operasional untuk memberikan bantuan di seluruh Gaza kepada mereka yang sangat membutuhkannya”.

“PBB telah menyuarakan kekhawatiran bahwa model yang diusulkan tidak dapat memberikan bantuan secara efektif, dengan kecepatan dan skala yang dibutuhkan. Model ini membahayakan penerima manfaat dan pekerja bantuan, melemahkan peran dan independensi PBB dan mitra tepercaya kami, serta menghubungkan bantuan kemanusiaan dengan tujuan politik dan militer,” bunyi pernyataan bersama 23 negara.

“Bantuan kemanusiaan tidak boleh dipolitisasi dan wilayah Palestina tidak boleh dikurangi atau mengalami perubahan demografi apa pun.”


23 Negara yang Marah atas Langkah Netanyahu

1. Australia

2. Belgia

3. Kanada

4. Denmark

5. Estonia

6. Finlandia

7. Prancis

8. Jerman

9. Islandia

10. Irlandia

11. Italia

12. Jepang

13. Latvia

14. Lithuania

15. Luksemburg

16. Belanda

17. Selandia Baru

18. Norwegia

19. Portugal

20. Slovenia

21. Spanyol

22. Swedia

23. Inggris


Australia bergabung dengan pernyataan bersama tersebut, tetapi tidak dengan pernyataan terpisah yang ditandatangani oleh Kanada, Inggris, dan Prancis yang memperingatkan Israel agar tidak memperluas kampanye militernya di Gaza, mengancam “tindakan lebih lanjut”, termasuk sanksi yang ditargetkan.

“Tingkat penderitaan manusia di Gaza tidak dapat ditoleransi. Pengumuman kemarin bahwa Israel akan mengizinkan sejumlah makanan pokok masuk ke Gaza sama sekali tidak memadai,” kata ketiga negara tersebut.

“Israel mengalami serangan keji pada 7 Oktober. Kami selalu mendukung hak Israel untuk membela warga Israel dari terorisme. Namun, eskalasi ini sama sekali tidak proporsional."

“Kami tidak akan tinggal diam sementara pemerintah Netanyahu melakukan tindakan mengerikan ini. Jika Israel tidak menghentikan serangan militer baru dan mencabut pembatasannya terhadap bantuan kemanusiaan, kami akan mengambil tindakan konkret lebih lanjut sebagai tanggapan," imbuh pernyataan Kanada, Inggris, dan Prancis.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Ini Alasan Jepang Naikkan...
Ini Alasan Jepang Naikkan Biaya Visa Masuk hingga 5 Kali Lipat
Rekomendasi
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
Cerita Nurma, dari Belajar...
Cerita Nurma, dari Belajar di Perpustakaan hingga Malam Kini Bisa Kuliah Gratis di UGM
Dear You dan Ketakutan...
Dear You dan Ketakutan yang Salah Arah
Berita Terkini
Pertama Kali, Dokter...
Pertama Kali, Dokter Belanda Suntik Mati Seorang Anak di Bawah Usia 12 Tahun
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved