AS Pulangkan Kapal Induk Nuklirnya setelah Kehilangan 3 Jet Tempur saat Tempur Melawan Houthi
Selasa, 20 Mei 2025 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Kapal induk itu memasuki Timur Tengah pada bulan Desember dan menghadapi serangkaian kecelakaan selama beberapa bulan berikutnya, termasuk hilangnya tiga jet tempur F/A-18 Super Hornet, yang harganya sekitar USD60 juta (lebih dari Rp985 miliar) per unit.
Pada akhir Desember, kapal penjelajah rudal USS Gettysburg, bagian dari kelompok penyerang kapal induk Harry S Truman, menembak jatuh sebuah F/A-18 di atas Laut Merah dalam apa yang digambarkan oleh militer AS sebagai "kasus yang jelas-jelas merupakan friendly-fire". Rincian insiden tersebut masih terbatas.
Pada pertengahan Februari, USS Harry S Truman bertabrakan dengan sebuah kapal komersial besar di Mediterania, dekat Port Said di Mesir.
Kapal induk tersebut rusak dan harus berlayar ke pangkalan Angkatan Laut AS untuk diperbaiki. Insiden itu menyebabkan pemecatan perwira komandan kapal.
Beberapa bulan kemudian, pada akhir April, ketika USS Harry S Truman kembali ke Laut Merah, sebuah F/A-18 dan traktor penarik jatuh ke laut saat jet tempur itu sedang ditarik di hanggar kapal induk.
Seorang pelaut terpaksa melompat dari kokpit tepat sebelum pesawat jatuh ke air. Beberapa laporan mengindikasikan kapal itu mengambil tindakan mengelak saat itu untuk menghindari tembakan rudal Houthi.
Seminggu kemudian, pada awal Mei, sebuah F/A-18 mendarat di dek penerbangan USS Harry S Truman ketika kabel penahan, kabel hitam tebal yang digunakan untuk menangkap pengait ekor di bagian belakang pesawat yang berbasis di kapal induk dan memperlambatnya, rusak. Jet tempur itu jatuh ke laut.
Pada akhir Desember, kapal penjelajah rudal USS Gettysburg, bagian dari kelompok penyerang kapal induk Harry S Truman, menembak jatuh sebuah F/A-18 di atas Laut Merah dalam apa yang digambarkan oleh militer AS sebagai "kasus yang jelas-jelas merupakan friendly-fire". Rincian insiden tersebut masih terbatas.
Pada pertengahan Februari, USS Harry S Truman bertabrakan dengan sebuah kapal komersial besar di Mediterania, dekat Port Said di Mesir.
Kapal induk tersebut rusak dan harus berlayar ke pangkalan Angkatan Laut AS untuk diperbaiki. Insiden itu menyebabkan pemecatan perwira komandan kapal.
Beberapa bulan kemudian, pada akhir April, ketika USS Harry S Truman kembali ke Laut Merah, sebuah F/A-18 dan traktor penarik jatuh ke laut saat jet tempur itu sedang ditarik di hanggar kapal induk.
Seorang pelaut terpaksa melompat dari kokpit tepat sebelum pesawat jatuh ke air. Beberapa laporan mengindikasikan kapal itu mengambil tindakan mengelak saat itu untuk menghindari tembakan rudal Houthi.
Seminggu kemudian, pada awal Mei, sebuah F/A-18 mendarat di dek penerbangan USS Harry S Truman ketika kabel penahan, kabel hitam tebal yang digunakan untuk menangkap pengait ekor di bagian belakang pesawat yang berbasis di kapal induk dan memperlambatnya, rusak. Jet tempur itu jatuh ke laut.
Lihat Juga :