3 Alasan Pakistan Berteman Baik dengan China, Apa Saja?

Jum'at, 16 Mei 2025 - 15:15 WIB
loading...
3 Alasan Pakistan Berteman...
Ada tiga alasan Pakistan berteman baik dengan China, salah satunya karena invetasi besar-besaran Beijing di Islamabad. Foto/PLA
A A A
JAKARTA - Hubungan antara Pakistan dan China merupakan salah satu kemitraan solid di kawasan Asia. Istilah “Pakistan-China all-weather friendship” bahkan sering digunakan untuk menggambarkan awetnya aliansi kedua negara ini.

Kedekatan Pakistan dan China bukanlah kebetulan semata. Hubungan keduanya terjalin sebagai hasil dari berbagai kepentingan strategis, ekonomi, dan geopolitik yang saling menguntungkan.

Lantas, apa saja alasan Pakistan bisa berteman baik dengan China selama ini? Berikut ulasannya.

Baca Juga: Pakistan Hancurkan Arogansi India, Tembak Jatuh Jet Tempur Ke-6 New Delhi

Alasan Pakistan Berteman Baik dengan China

1. Sejarah Diplomatik dan Kepentingan Geopolitik Bersama


Pakistan dan India setidaknya sudah menjalin hubungan diplomatik sejak 1951. Melansir dari Cfr, hubungan keduanya terus berkembang erat dan saling menguntungkan, bahkan sampai sekarang.

Dulu, Pakistan menjadi salah satu negara pertama yang mengakui Republik Rakyat China pada 1950. Islamabad juga tetap menjadi sekutu setia selama periode isolasi internasional Beijing pada tahun 1960-an dan awal 1970-an.

Di sisi lain, China telah lama memberi Pakistan bantuan militer, teknis, dan ekonomi yang besar, termasuk transfer teknologi. Beberapa pakar memperkirakan hubungan eratnya dengan Beijing didorong kedekatan Amerika Serikat dan tetangganya, yakni India.

Selain itu, China juga melihat Pakistan sebagai penyangga strategis untuk mengamankan wilayah Xinjiang dari potensi ancaman teroris. Sedangkan Pakistan memanfaatkan dukungan Beijing untuk memperkuat posisinya di panggung internasional.

Ketiga ketegangan India-Pakistan memuncak baru-baru, China secara konsisten tetap mendukung Islamabad. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri China Wang Yi bahwa Beijing akan “berdiri teguh di samping Pakistan” untuk menjaga kedaulatan menegaskan komitmen aliansi ini.

2. Investasi Ekonomi Melalui China-Pakistan Economic Corridor (CPEC)


Selain faktor sejarah, China juga telah melakukan berbagai kerja sama dengan Pakistan. Sebagai contoh, Beijing menggelontorkan investasi miliaran dolar ke Islamabad melalui China-Pakistan Economic Corridor (CPEC), bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (Belt and Road Initiative).

CPEC sendiri mencakup proyek infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, jalan raya, dan pembangkit listrik, yang vital bagi ekonomi Pakistan. Sebagai gantinya, proyek ini memberikan China akses ke Laut Arab, mengamankan jalur perdagangan alternatif jika Selat Malaka diblokade selama konflik.

Meski mendapat banyak tantangan, kedua negara mendapatkan manfaat jangka panjang dari proyek ini. Di satu sisi, China mendapatkan jalur perdagangan alternatif, sementara Pakistan mendapatkan investasi besar untuk meningkatkan infrastrukturnya.

3. Menjaga Pengaruh Keseimbangan di Asia Selatan


Pakistan menghadapi ancaman geopolitik utama dari India, musuh historisnya sejak pemisahan pada 1947. Hubungan yang kompleks antara kedua negara itu menjadi alasan penting di balik kedekatan Islamabad dengan Beijing.

Terlepas dari itu, China juga melihat aliansi AS-India sebagai ancaman strategis terhadap dominasinya di Asia. India selama beberapa waktu terakhir telah memperkuat posisinya di Laut China Selatan dengan latihan militer bersama AS yang kerap dianggap Beijing sebagai provokasi.

Pada konteks ini, Pakistan menjadi sekutu krusial bagi China untuk melemahkan atau setidaknya mengurangi pengaruh AS di Asia Selatan. Sebagai gantinya, China menyediakan lebih dari 60% kebutuhan militer Pakistan, termasuk jet tempur J-10C.

Itulah sejumlah alasan Pakistan bisa terus berteman baik dengan China.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Israel Berusaha Pengaruhi...
Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan AS, Wapres JD Vance Minta Pejabat Waspada
Rekomendasi
Wamenhub Sebut Potensi...
Wamenhub Sebut Potensi Penerimaan Negara Lewat PT DSI Bisa Tembus Rp2.671 Triliun
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Berita Terkini
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved