Obama Dukung Biden Jadi Presiden untuk 'Sembuhkan' AS
Rabu, 15 April 2020 - 08:36 WIB
loading...
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama saat bertemu Joe Biden. Foto/REUTERS/Yuri Gripas
A
A
A
WASHINGTON - Mantan presiden Barack Hussein Obama II atau dikenal sebagai Barack Obama mendukung Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) dalam pemilu 2020. Dia ingin agar bakal calon presiden Partai Demokrat itu "menyembuhkan" negara.
Menurut Obama, Amerika sedang berjuang melalui masa-masa tergelapnya. Ketika Obama menjadi presiden, Joe Biden menjadi wakilnya.
Obama tercatat sebagai politisi paling populer di Amerika. Dukungannya untuk pencalonan Biden menjadi pertanda bahwa para pemimpin Demokrat sedang bersatu sebelum pemilu Amerika digelar November mendatang. Biden saat ini jadi calon penantang kuat dari kandidat petahana Parrtai Republik, Donald John Trump.
"Joe memiliki karakter dan pengalaman untuk membimbing kita melalui salah satu masa paling gelap kita dan menyembuhkan kita melalui pemulihan panjang," kata Obama dalam video berdurasi 12 menit.
Dukungan ini datang pada saat AS dilanda kecemasan yang mendalam, di mana sebagian besar orang Amerika berada di bawah perintah tinggal di rumah karena pandemi virus corona baru, COVID-19, yang telah menewaskan hampir 25.000 orang di negara tersebut.
Menurut Obama, Amerika sedang berjuang melalui masa-masa tergelapnya. Ketika Obama menjadi presiden, Joe Biden menjadi wakilnya.
Obama tercatat sebagai politisi paling populer di Amerika. Dukungannya untuk pencalonan Biden menjadi pertanda bahwa para pemimpin Demokrat sedang bersatu sebelum pemilu Amerika digelar November mendatang. Biden saat ini jadi calon penantang kuat dari kandidat petahana Parrtai Republik, Donald John Trump.
"Joe memiliki karakter dan pengalaman untuk membimbing kita melalui salah satu masa paling gelap kita dan menyembuhkan kita melalui pemulihan panjang," kata Obama dalam video berdurasi 12 menit.
Dukungan ini datang pada saat AS dilanda kecemasan yang mendalam, di mana sebagian besar orang Amerika berada di bawah perintah tinggal di rumah karena pandemi virus corona baru, COVID-19, yang telah menewaskan hampir 25.000 orang di negara tersebut.
Lihat Juga :