Hubungan Trump-Netanyahu Retak Makin Dalam, Keduanya Saling Frustrasi

Selasa, 13 Mei 2025 - 11:35 WIB
loading...
Hubungan Trump-Netanyahu...
Hubungan Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan retak makin dalam. Keduanya saling frustrasi terkait Iran, Gaza, dan Houthi. Foto/Anadolu
A A A
TEL AVIV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menjauh dari Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, menandakan retaknya hubungan kedua pemimpin yang terkenal bersekutu tersebut.

Menurut laporan NBC News, perpecahan di antara mereka semakin dalam mengenai Iran, Gaza, dan Yaman.

Mengutip pejabat AS dan Timur Tengah yang memahami masalah tersebut, NBC News melaporkan bahwa Trump baru-baru ini membuat dua pernyataan publik yang membuat Netanyahu khawatir, terutama pernyataannya bahwa dia belum memutuskan apakah Iran akan diizinkan untuk memperkaya uranium sebagai bagian dari kesepakatan nuklir baru yang potensial.

Pihak Netanyahu juga merasa frustrasi dengan langkah Trump.

Baca Juga: Trump dan Netanyahu Pecah Kongsi, Apa Pemicunya?

Menurut laporan NBC News, Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer menyampaikan rasa frustrasi PM Netanyahu secara langsung kepada utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, selama pertemuan di Gedung Putih.

Lebih lanjut, laporan itu menyebutkan bahwa Netanyahu juga kecewa dengan pergeseran sikap Trump yang lebih luas ke arah diplomasi atas konfrontasi dengan Iran.

Seorang pejabat Israel mengatakan Netanyahu berharap untuk mendapatkan dukungan Amerika untuk kemungkinan serangan militer Israel terhadap infrastruktur nuklir Iran selama kunjungan ke Gedung Putih bulan lalu.

Sebaliknya, Trump dilaporkan memberi tahu Netanyahu bahwa dia terbuka untuk negosiasi langsung dengan Iran—sebuah posisi yang secara pribadi dikesampingkan Netanyahu sebagai "tindakan buang-buang waktu".

Laporan tersebut menggambarkan meningkatnya kekhawatiran Israel bahwa AS meninggalkan pendekatan garis kerasnya terhadap Iran.

Para pejabat Israel telah memperingatkan bahwa kesepakatan apa pun yang memungkinkan pengayaan uranium oleh Iran tidak dapat diterima, dengan alasan bahwa Teheran telah melemah dan sekarang adalah saatnya untuk menghilangkan kemampuan nuklirnya. Mereka khawatir bahwa pembicaraan diplomatik dapat menutup peluang tersebut.

Masalah Gaza juga telah muncul sebagai titik api lainnya dari retaknya hubungan Trump dan Netanyahu.

NBC News mengutip Pejabat Amerika yang mengatakan Trump frustrasi dengan keputusan Israel untuk melancarkan serangan baru ke Gaza, yang menurutnya akan merusak rencana pemerintahannya untuk merehabilitasi wilayah tersebut.

Trump dilaporkan menyebut kampanye pengeboman Israel tersebut sebagai "usaha yang sia-sia" yang akan membuat rekonstruksi lebih sulit.

Area pertikaian ketiga mereka berpusat pada Yaman. Menurut NBC News, Netanyahu terkejut ketika Trump mengumumkan bahwa AS akan menghentikan operasi militer terhadap kelompok Houthi yang didukung Iran setelah mereka setuju untuk berhenti menyerang jalur pelayaran Laut Merah.

Pengumuman itu datang beberapa jam setelah Israel melakukan serangan besar di bandara Sanaa, menyusul serangan rudal Houthi yang mendarat di dekat Bandara Internasional Ben Gurion.

Ketegangan yang dilaporkan terjadi di tengah tanda-tanda yang lebih luas dari pergeseran kebijakan regional AS.

Para pejabat Israel sangat terganggu oleh laporan Reuters minggu lalu yang mengatakan Trump tidak lagi mengondisikan kerja sama nuklir dengan Arab Saudi pada normalisasi dengan Israel—pilar strategi AS sebelumnya di wilayah tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Infantino Pastikan Trump...
Infantino Pastikan Trump Hadiri Final Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
PBB: Israel Lanjutkan...
PBB: Israel Lanjutkan Praktik Genosida di Gaza dan Tepi Barat, Anak-Anak Jadi Korban
Rekomendasi
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Berita Terkini
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved