Donald Trump Klaim Berjasa Cegah Perang Nuklir yang Buruk India vs Pakistan

Selasa, 13 Mei 2025 - 07:37 WIB
loading...
A A A
Trump, yang sedang membaca dari sebuah dokumen dalam berkas yang dibawanya ke jumpa pers, mungkin untuk bersikap akurat dan terukur saat dia berjalan di atas tali diplomatik, tiba-tiba keluar dari naskah saat dia berbicara secara spontan tanpa melihat dokumen tersebut tak lama setelah satu menit.

Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Trump akhirnya berkata, "Saya bilang, ayolah, kita akan melakukan banyak perdagangan dengan kalian, kedua negara, jadi mari kita hentikan. Hentikan jika kalian menginginkan perdagangan. Jika kalian tidak berhenti, kita tidak akan melakukan perdagangan apa pun."

"Orang-orang tidak pernah menggunakan perdagangan seperti yang saya gunakan—dan kemudian tiba-tiba mereka berkata 'kita akan berhenti'. Mereka mungkin melakukannya karena banyak alasan, tetapi perdagangan adalah salah satu alasan yang besar," paparnya.

Sumber-sumber pemerintah India telah memberi tahu NDTV bahwa tidak ada penyebutan perdagangan dalam diskusi tersebut.

Menolak pernyataan spontan Presiden AS, mereka berkata, "Setelah Operasi Sindoor dimulai, Wakil Presiden AS JD Vance berbicara dengan Perdana Menteri Narendra Modi pada 9 Mei. Menteri Rubio berbicara dengan Menteri Luar Negeri S Jaishankar pada 8 dan 10 Mei dan dengan Penasihat Keamanan Nasional Ajit Doval pada 10 Mei. Tidak ada referensi untuk perdagangan dalam diskusi ini."

Kurang dari satu jam setelah Donald Trump menyampaikan klaim jasanya dalam mencegah perang nuklir India dengan Pakistan, Perdana Menteri India Narendra Modi menyebutkan bahwa India tidak akan menoleransi "pemerasan nuklir" Pakistan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Saat Prancis Hujan Rekor...
Saat Prancis Hujan Rekor di Laga Kedua Grup I Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Siapa Bagher Ghalibaf?...
Siapa Bagher Ghalibaf? Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Menundukkan AS
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Infografis
9 Rudal Nuklir Pakistan...
9 Rudal Nuklir Pakistan yang Dapat Lenyapkan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved