Rusia: Spesialis di Barat Banyak yang Kembangkan Novichok

Senin, 07 September 2020 - 14:22 WIB
loading...
Rusia: Spesialis di...
Moskow menyebut, spesialis dari banyak negara Barat dan badan khusus NATO telah meneliti dan mengembangkan racun dari keluarga Novichok selama bertahun-tahun. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Rusia menuturkan bahwa saat ini bukan hanya mereka yang mengembangkan dan memproduks i novichok . Moskow menyebut, spesialis dari banyak negara Barat dan badan khusus NATO telah meneliti dan mengembangkan racun dari keluarga Novichok selama bertahun-tahun.

"Sehubungan dengan tuduhan bahwa agen saraf beracun, yang disebut Novichok di Barat, dikembangkan di negara kita, kita harus mengingat hal berikut. Selama bertahun-tahun, spesialis di banyak negara Barat dan di badan-badan khusus NATO telah mengerjakan zat-zat yang membentuk keluarga besar bahan kimia ini," kata Kementerian Luar Negeri Rusia.

"Selain itu, di Amerika Serikat (AS), misalnya, lebih dari 150 paten telah secara resmi dikeluarkan untuk para pengembang teknologi untuk penggunaan tempur mereka," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Senin (7/9/2020). ( Lihat grafis: Infiltrasi Senyap, Rusia Kembangkan Parasut Berkemampuan ‘Stealth’ )

Pekan lalu, pemerintah Jerman mengklaim bahwa setelah memeriksa sampel uji Alexei Navalny, ahli toksikologi Bundeswehr sampai pada kesimpulan bahwa tokoh oposisi Rusia tersebut telah dipengaruhi oleh agen beracun dari keluarga Novichok.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia tetap siap untuk kerja sama komprehensif dengan Jerman. Dia menunjukkan bahwa tidak ada zat beracun yang terdeteksi di sistem Navalny sebelum dia dipindahkan ke Berlin.

Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan bahwa Moskow masih menunggu jawaban dari Jerman atas permintaan Kantor Kejaksaan Rusia. Juru bicara kementerian, Maria Zakharova, mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri Jerman belum memberikan bukti apa pun kepada Duta Besar Rusia di Berlin mengenai insiden tersebut. ( Baca juga: Dokter Rusia Ajak Jerman Bentuk Tim Gabungan Selidiki Kasus Navalny )
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved