Rusia Tutup Semua Bandara di Moskow akibat Serangan Pesawat Nirawak Ukraina

Selasa, 06 Mei 2025 - 09:39 WIB
loading...
Rusia Tutup Semua Bandara...
Rusia tutup semua bandara di Moskow setelah serangan pesawat nirawak targetkan Moskow untuk malam kedua berturut-turut. Foto/Ilya Zorin/TASS
A A A
MOSKOW - Rusia telah menutup semua bandara di Moskow setelah serangan pesawat nirawak Ukraina menargetkan ibu kota Rusia itu untuk malam kedua berturut-turut.

Rosaviatsia, pengawas penerbangan Rusia, mengumumkan ada empat bandara utama di ibu kota dan semuanya telah ditutup sementara untuk memastikan keselamatan.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan di media sosial sedikitnya 19 pesawat nirawak Ukraina telah dihancurkan sebelum mereka mencapai kota dari arah yang berbeda.

Dia mengatakan beberapa puing telah mendarat di salah satu jalan raya utama menuju kota, tetapi tidak ada korban jiwa.

Baca Juga: Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Melawan Rusia

Ukraina belum berkomentar. Namun, pihak wali kota Kharkiv mengatakan Rusia juga telah melancarkan serangan pesawat nirawak di kota itu pada malam hari, serta di wilayah Ibu Kota Ukraina, Kyiv.

Selain di Moskow, pemimpin kota-kota Rusia lainnya, termasuk Penza dan Voronezh, juga mengatakan bahwa wilayah mereka telah menjadi sasaran pesawat nirawak Ukraina pada malam hari hingga Selasa (6/5/2025) dini hari.

Laporan yang belum dikonfirmasi oleh para blogger militer Rusia menunjukkan bahwa jendela-jendela sebuah apartemen di selatan Moskow hancur.

Senin malam adalah malam kedua berturut-turut Rusia melaporkan serangan pesawat nirawak oleh Ukraina. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah menghancurkan 26 pesawat nirawak Ukraina pada malam hari.

Sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina lebih dari tiga tahun lalu, Kyiv telah melancarkan beberapa serangan pesawat nirawak ke Moskow. Serangan terbesarnya pada bulan Maret menewaskan tiga orang.

Seragan pesawat nirawak Kyiv ke Moskow terjadi setelah pasukan Ukraina kembali berupaya menyeberang ke wilayah Kursk Rusia.

Kyiv mengatakan telah menyerang unit komando pesawat nirawak di wilayah Kursk pada hari Minggu di dekat desa Tyotkino, Rusia, menurut staf umum Ukraina.

Pada bulan April, Moskow mengatakan telah mendapatkan kembali kendali atas seluruh wilayah Kursk, sembilan bulan setelah pasukan Ukraina melancarkan invasi mendadak.

Kyiv bersikeras masih memiliki tentara yang beroperasi di seberang perbatasan Kursk.

Juga di Kursk, pejabat Rusia melaporkan gardu listrik di kota Rylsk kehilangan daya pada hari Senin setelah rusak dalam serangan oleh Ukraina.

Dua transformator di gardu listrik di Rylsk telah rusak, menurut penjabat gubernur wilayah Kursk, Alexander Khinshtein, dalam sebuah posting di Telegram.

Dia menambahkan dua remaja telah terluka oleh pecahan peluru dari ledakan itu.

Beberapa blogger militer Rusia juga melaporkan bahwa pasukan Ukraina telah berusaha menyeberang ke desa di wilayah tersebut, memposting gambar kendaraan yang menerobos perangkap tank di perbatasan.

Pada hari Senin, pasukan Ukraina menembakkan rudal ke perbatasan dan melintasi ladang ranjau dengan kendaraan khusus, menurut para blogger militer Rusia.

"Musuh meledakkan jembatan dengan roket di malam hari dan melancarkan serangan dengan kelompok lapis baja di pagi hari," kata blogger RVvoenkor, yang dikutip kantor berita Reuters.

"Kendaraan pembersih ranjau mulai melewati ladang ranjau, diikuti oleh kendaraan lapis baja dengan pasukan. Terjadi pertempuran sengit di perbatasan," paparnya.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, Ukraina mengatakan: "Sembilan bulan setelah dimulainya operasi Kursk, Pasukan Pertahanan Ukraina mempertahankan kehadiran militer di wilayah wilayah Kursk Rusia."

Meskipun belum ada tanggapan resmi dari Moskow, beberapa blogger militer Rusia juga telah menerbitkan peta yang menunjukkan pasukan Kyiv berusaha melintasi perbatasan di dua tempat menuju Tyotkino—dekat tempat unit komando pesawat nirawak yang terkena serangan.

Sementara itu, di Sumy—sekitar 12 km di seberang perbatasan dari Tyotkino di timur laut Ukraina—otoritas setempat mendesak orang-orang untuk mengungsi dari dua permukiman, menurut laporan Reuters.

Ukraina awalnya melakukan serangan mendadak ke Kursk pada bulan Agustus 2024 untuk menciptakan zona penyangga dan melindungi Sumy dan daerah sekitarnya, sekaligus berharap dapat menggunakannya sebagai alat tawar-menawar dalam negosiasi di masa mendatang. Namun, Rusia mengeklaim telah merebut kembali wilayahnya tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo Setinggi 1 Meter, Kuasa Hukum: Ijazah Jokowi Kembali Menelan Korban
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Berita Terkini
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved