Setelah Ancam Hancurkan Pangkalan AS dengan Rudal Qassem Basir, Iran Bantah Bantu Houthi

Senin, 05 Mei 2025 - 15:21 WIB
loading...
Setelah Ancam Hancurkan...
Iran membantah bantu Houthi menyerang Israel. Foto/X/@MiladParsian
A A A
TEHERAN - Iran membantah mendukung serangan Houthi Yaman di bandara internasional utama Israel setelah milisi tersebut mengklaim serangan rudal pada hari itu.

“Tindakan Yaman untuk mendukung rakyat Palestina adalah keputusan independen yang diambil sebagai bentuk solidaritas” dengan mereka, kata kementerian luar negeri Iran dalam sebuah pernyataan, dilansir Al Arabiya.

Sebuah rudal yang ditembakkan dari Yaman pada hari Minggu membuat kawah yang dalam di sekeliling Bandara Internasional Ben Gurion, melukai enam orang dan menghentikan sementara penerbangan.

Kelompok Houthi yang didukung Iran mengaku bertanggung jawab, dengan mengatakan mereka menembakkan "rudal balistik hipersonik" ke Ben Gurion dan memperingatkan akan lebih banyak serangan terhadap bandara Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah akan memberikan tanggapan keras kepada kelompok Houthi dan Iran atas serangan tersebut.

Dalam sebuah video yang dipublikasikan di Telegram, Netanyahu mengatakan Israel telah "bertindak melawan" kelompok Houthi di masa lalu dan "akan bertindak di masa mendatang."

"Itu tidak akan terjadi dalam satu ledakan, tetapi akan ada banyak ledakan," tambahnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Kemudian di platform media sosial X, Netanyahu mengatakan Israel juga akan menanggapi Iran di "waktu dan tempat yang kami pilih."

Menanggapi ancaman ini, Iran pada hari Senin memperingatkan akan membalas setiap serangan terhadap wilayahnya.

Baca Juga: Kabinet Israel Sepakati Serangan Luas ke Gaza

"Iran menggarisbawahi tekadnya yang kuat... untuk mempertahankan diri," kata pernyataan kementerian luar negeri, memperingatkan Israel dan Amerika Serikat tentang "konsekuensinya."

Kelompok Houthi merupakan bagian dari “poros perlawanan” Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat, yang menampilkan diri sebagai pembela warga Palestina di Jalur Gaza.

Sebelumnya, Menteri pertahanan Iran Aziz Nasirzadeh memperingatkan bahwa Teheran akan membalas setiap tindakan militer AS dengan menargetkan pangkalan Amerika di Timur Tengah.

"Jika kami diserang – jika perang dipaksakan kepada kami – kami akan merespons dengan tegas. Kami akan menargetkan kepentingan dan pangkalan mereka," kata Aziz Nasirzadeh dalam sebuah wawancara dengan TV pemerintah, dilansir Al Arabiya.

Nasirzadeh mengatakan bahwa Iran tidak menyimpan permusuhan terhadap negara-negara tetangganya, tetapi memperingatkan bahwa jika Washington melancarkan serangan, pangkalan AS yang terletak di negara-negara tetangga tersebut akan dianggap sebagai target yang sah.

Pada hari Minggu, Iran juga memamerkan rudal balistik terbarunya, yang diberi nama "Qassem Basir," menurut kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan pemerintah.

"Rudal Qassem Basir adalah rudal balistik berbahan bakar padat dengan jangkauan 1.200 kilometer (746 mil)," kantor berita tersebut melaporkan.

Iran dan AS telah terlibat dalam perundingan nuklir sejak 12 April. Putaran negosiasi keempat, yang awalnya dijadwalkan pada hari Sabtu, ditunda karena "alasan logistik," kata mediator Oman awal minggu ini.

Presiden AS Donald Trump telah menulis surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada bulan Maret, mendesak perundingan sambil memperingatkan kemungkinan tindakan militer jika diplomasi gagal.

Sejak kembali menjabat pada bulan Januari, Trump telah memberlakukan kembali kebijakan "tekanan maksimum" terhadap Iran, yang selama masa jabatan pertamanya membuatnya memberlakukan kembali sanksi besar-besaran terhadap Teheran setelah meninggalkan kesepakatan nuklir 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA). Perjanjian tersebut menawarkan keringanan sanksi bagi Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.

Negara-negara Barat, termasuk AS, telah lama menuduh Iran berupaya mendapatkan senjata nuklir – tuduhan yang dibantah Teheran.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
V+Short Hadirkan Microdrama...
V+Short Hadirkan Microdrama Full Throttle Family, Kisah Mantan Pembalap yang Kembali ke Dunia Lama
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Tantri Kotak Diduga...
Tantri Kotak Diduga Jadi Korban Penipuan Rp10 Miliar, Arda Naff Angkat Bicara
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved