AS Siap Habiskan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Jum'at, 02 Mei 2025 - 10:16 WIB
loading...
A
A
A
Vance mencatat bahwa sebelum pemerintahan Trump terlibat, "Moskow dan Kyiv bahkan tidak berbicara—tidak satu sama lain, tidak kepada siapa pun. Mereka hanya bertengkar."
"Sekarang, tugas diplomasi adalah mencoba untuk mendekatkan kedua pihak ini," ujarnya, menunjuk pada jurang yang sangat besar antara apa yang diinginkan Rusia dan apa yang diinginkan Ukraina.
Selama kampanye Pemilu tahun lalu, Trump berjanji untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina "dalam waktu 24 jam" setelah memasuki Gedung Putih—sesuatu yang kemudian dia gambarkan sebagai "berlebihan".
Sejak menjabat pada bulan Januari, dia telah mendesak kedua belah pihak untuk mencapai gencatan senjata dan baru-baru ini menunjukkan rasa frustrasi atas kurangnya kemajuan.
Meskipun Rusia memuji Trump dan timnya karena lebih memahami posisinya daripada pemerintahan Joe Biden, Moskow bersikeras bahwa gencatan senjata yang komprehensif harus mencakup diakhirinya mobilisasi Ukraina dan penghentian pengiriman senjata asing.
"Sekarang, tugas diplomasi adalah mencoba untuk mendekatkan kedua pihak ini," ujarnya, menunjuk pada jurang yang sangat besar antara apa yang diinginkan Rusia dan apa yang diinginkan Ukraina.
Selama kampanye Pemilu tahun lalu, Trump berjanji untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina "dalam waktu 24 jam" setelah memasuki Gedung Putih—sesuatu yang kemudian dia gambarkan sebagai "berlebihan".
Sejak menjabat pada bulan Januari, dia telah mendesak kedua belah pihak untuk mencapai gencatan senjata dan baru-baru ini menunjukkan rasa frustrasi atas kurangnya kemajuan.
Meskipun Rusia memuji Trump dan timnya karena lebih memahami posisinya daripada pemerintahan Joe Biden, Moskow bersikeras bahwa gencatan senjata yang komprehensif harus mencakup diakhirinya mobilisasi Ukraina dan penghentian pengiriman senjata asing.
Lihat Juga :