5 Negara yang Wilayahnya Pernah Diklaim Milik China, Siapa Saja?
Kamis, 01 Mei 2025 - 13:42 WIB
loading...
A
A
A
Pada satu sisi, China menganggap reunifikasi dengan Taiwan sebagai tujuan nasional, bahkan jika harus menggunakan kekuatan militer. Sengketa tersebut di kemudian hari akhirnya menyeret negara lain seperti Amerika Serikat yang memberikan dukungan militer untuk Formosa.
China pernah mengklaim sejumlah wilayah yang kini menjadi bagian dari Rusia. Di antaranya seperti Kepulauan Yinlong (Pulau Tarabarov), Pulau Heixiazi (Bolshoy Ussuriysky), dan bagian lain di sepanjang Sungai Amur dan Ussuri.
Klaim ini berasal dari periode Dinasti Qing, saat wilayah-wilayah tersebut dianggap bagian dari China sebelum dianeksasi Kekaisaran Rusia melalui Perjanjian Aigun (1858) dan Perjanjian Peking (1860).
Sengketa berlangsung selama beberapa dekade dengan ketegangan puncak pada 1969. Waktu itu, terjadi bentrokan bersenjata terjadi di Pulau Zhenbao (Damansky) di Sungai Ussuri antara pasukan Uni Soviet dan China, dan nyaris memicu perang besar.
Pada 2004, China dan Rusia mencapai kesepakatan bersejarah untuk menyelesaikan sengketa perbatasan. Moskow menyerahkan Pulau Yinlong dan sebagian Pulau Heixiazi kepada China, sementara wilayah lain tetap di bawah kendalinya.
Filipina terlibat dalam sengketa dengan China atas Kepulauan Spratly dan Scarborough Shoal di Laut China Selatan yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya berdasarkan "Nine-Dash Line". Padahal, wilayah ini berada dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina yang memberikan hak atas sumber daya laut sesuai UNCLOS 1982.
Filipina menggugat klaim China ke Mahkamah Arbitrase Internasional pada 2013 dan putusan 2016 menyatakan bahwa "Nine-Dash Line" tidak memiliki dasar hukum. Namun, Beijing menolak putusan ini dan terus memperluas kehadirannya.
2. Rusia
China pernah mengklaim sejumlah wilayah yang kini menjadi bagian dari Rusia. Di antaranya seperti Kepulauan Yinlong (Pulau Tarabarov), Pulau Heixiazi (Bolshoy Ussuriysky), dan bagian lain di sepanjang Sungai Amur dan Ussuri.
Klaim ini berasal dari periode Dinasti Qing, saat wilayah-wilayah tersebut dianggap bagian dari China sebelum dianeksasi Kekaisaran Rusia melalui Perjanjian Aigun (1858) dan Perjanjian Peking (1860).
Sengketa berlangsung selama beberapa dekade dengan ketegangan puncak pada 1969. Waktu itu, terjadi bentrokan bersenjata terjadi di Pulau Zhenbao (Damansky) di Sungai Ussuri antara pasukan Uni Soviet dan China, dan nyaris memicu perang besar.
Pada 2004, China dan Rusia mencapai kesepakatan bersejarah untuk menyelesaikan sengketa perbatasan. Moskow menyerahkan Pulau Yinlong dan sebagian Pulau Heixiazi kepada China, sementara wilayah lain tetap di bawah kendalinya.
3. Filipina
Filipina terlibat dalam sengketa dengan China atas Kepulauan Spratly dan Scarborough Shoal di Laut China Selatan yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya berdasarkan "Nine-Dash Line". Padahal, wilayah ini berada dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina yang memberikan hak atas sumber daya laut sesuai UNCLOS 1982.
Filipina menggugat klaim China ke Mahkamah Arbitrase Internasional pada 2013 dan putusan 2016 menyatakan bahwa "Nine-Dash Line" tidak memiliki dasar hukum. Namun, Beijing menolak putusan ini dan terus memperluas kehadirannya.
Lihat Juga :